LSI: KPK Lembaga Paling Dipercaya, Disusul Presiden dan Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kesatuan Polisi Wanita yang tergabung dalam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), seusai melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.  Pertemuan ini untuk menyambut Hari Ulang Tahun Polwan ke-71. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Kesatuan Polisi Wanita yang tergabung dalam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), seusai melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019. Pertemuan ini untuk menyambut Hari Ulang Tahun Polwan ke-71. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga paling dipercaya publik. Menurut survei LSI, 84 persen responden setuju dengan hal itu.

    "Dalam empat tahun terakhir, lembaga antikorupsi itu masih menjadi yang paling dipercaya," kata peneliti senior LSI, Burhanudin Muhtadi di Cikini, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Setelah KPK, berbagi posisi ada Presiden sebagai lembaga negara dan polisi. Keduanya berbagi angka kepercayaan yang sama, 79 persen.

    Berada di urutan tiga terbawah adalah pengadilan dengan 71 persen, DPR 61 persen dan partai politik 53 persen. "DPR dan parpol konsisten selalu berada di bawah," kata Burhan.

    Burhan mengatakan melihat kepercayaan publik yang tinggi, Presiden Joko Widodo harus hati-hati dalam menentukan calon pimpinan komisi antikorupsi selanjutnya. Dia bilang kalau ada skenario mengamputasi KPK, maka akan berhadapan dengan tingginya sentimen publik. "Kalau presiden salah langkah, maka bukan tidak mungkin mereka yang awalnya mendukung, malah berbalik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.