Universitas Palangka Raya Pecat Dosen Diduga Lakukan Pelecehan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo perempuan mengangkat tangan menunjukkan kata-kata

    Pendemo perempuan mengangkat tangan menunjukkan kata-kata "tidak" di telapak tangan mereka selama aksi menuntut pendidikan non-seksis serta menolak diskriminasi, pelecehan, dan pelecehan seksual oleh para akademisi, mahasiswa, dan pejabat di Santiago, Cile, Rabu, 6 Juni 2018. AP/Luis Hidalgo

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM, dan Kemahasiswaan Universitas Palangka Raya Suandi Sidahuruk mengatakan telah memecat PS, dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada 6 mahasiswa.

    PS diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Progam Studi Pendidikan Fisika. Polisi sudah menetapkan dia menjadi tersangka.

    Suandi mengatakan begitu perkara ini mencuat, rektorat membentuk tim internal. "Salah satu rekomendasi yang diusulkan yakni PS diberhentikan dari jabatannya sebagai Kaprodi Pendidikan Fisika," kata dia, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Setelah mendapatkan rekomendasi itu, pada tanggal 22 Agustus 2019 rektor langsung mengeluarkan surat keputusan (SK) Nomor 375/UN24/KP/2019 yang isinya pemberhentian PS sebagai Kaprodi Pendidikan Fisika.

    Suandi juga mengatakan kampus akan bersurat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara soal status PS sebagai pegawai negeri sipil.

    Sementara itu, Wakil Ketua BEM UPR Wawan Novardo mengatakan enam orang mahasiswi yang menjadi korban pelecehan seksual rata-rata sudah semester akhir.

    BEM UPR, kata Wawan, akan terus mengawal kasus pelecehan ini hingga tuntas. Karena itu ia  meminta agar kampus dan kepolisian transparan dalam menyelesaikan skandal ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.