Kota Lama Semarang akan Steril dari Kendaraan Pribadi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa pengunjung di Taman Srigunting Kawasan Kota Lama .

    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa pengunjung di Taman Srigunting Kawasan Kota Lama .

    INFO NASIONAL — Menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan ke Kota Lama Semarang, Wali Kota Hendrar Prihadi, menyatakan rencananya untuk menjadikan Kota Lama Semarang steril dari kendaraan pribadi.

    "Kalau untuk liburan Natal dan tahun baru dengan kondisi seperti ini sudah bisa dikunjungi, cuma kan masih ada persoalan parkir. Jadi, targetnya masih ada waktu sekitar tiga bulan untuk kami persiapkan kantong parkir, mobil listrik, sepeda ontel, dan seterusnya, sehingga nantinya tidak ada kendaraan pribadi lewat yang mengganggu," kata Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi.

    "Tapi sepanjang itu belum siap, saya sampaikan kepada teman-teman kita tidak akan memaksakan sterilisasi karena semuanya harus happy, termasuk yang sudah punya usaha di situ harus kita amankan, jangan sampai kita paksakan terus tidak ada yang datang karena kesulitan," ujarnya.

    Ditemui di kantornya, Rabu, 28 Agustus 2019, Hendi juga mengatakan bahwa dalam dua tahun ke depan akan memperluas kawasan Kota Lama Semarang yang saat ini baru mencakup area "Little Netherland". "Seminggu yang lalu perwakilan Pemerintah Kota Semarang menandatangani keputusan Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab sebagai Cagar Budaya Nasional, artinya pola pembangunan di sekitar situ akan ditata sesuai perundangan cagar budaya yang ada," kata Hendi. 

    "Dengan begitu saya sudah sampaikan ke Dinas Tata Ruang agar membuat masterplan rencana pembangunan untuk tiga kawasan lain setelah Little Netherland, yaitu Melayu, Pecinan, Arab, sehingga kami dapat meneruskan pembangunan," ucapnya. 

    Di sisi lain, Hendi pun optimistis jika pembangunan Kota Lama ke depan tak hanya bertumpu pada kemampuan pemerintah saja. Pasalnya, semakin hari semakin banyak pihak yang berminat untuk berinvestasi di Kota Lama Semarang. "99 persen bangunan di Kota Lama itu milik private sehingga APBD tidak bisa masuk, jadi jika pemilik bangunan tidak mampu merestorasi maka akan B2B (Business to Business)," kata Hendi.

    "Sampai dengan minggu ini kami sudah diinformasi kalau Starbucks sedang mencari tempat di Kota Lama, maka kita bantu sambungkan untuk ada tempat yang bisa disewa. Atau kemarin juga ada informasi pengusaha akan bawa franchise besar ke Kota Lama, ya kita temukan dengan beberapa pemilik gedung," ujarnya.

    Hendi meyakinkan bahwa pemerintah dalam pengembangan Kota Lama akan fokus membangun fasilitas publik untuk mendukung investasi yang masuk. "Pemerintah dalam hal ini akan memberikan alokasi anggaran untuk mendukung itu yang sifatnya fasilitas publik, misalnya jalan, saluran, lampu, street furniture, dan seterusnya," ucap Hendi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.