Kendari Klaim Bangun RS Khusus Jantung Pertama di Indonesia Timur

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mewajibkan rumah sakit memiliki pembangkit listrik cadangan atau genset, Senin 5 Agustus 2019.

    Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mewajibkan rumah sakit memiliki pembangkit listrik cadangan atau genset, Senin 5 Agustus 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah sakit khusus Jantung dan pembuluh darah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sekaligus pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dimulai pembangunannya, yang ditandai dengan pemancangan tiang konstruksi beton oleh Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh di Kendari, Kamis.

    Gubernur Ali Mazi usai pemancangan tiang awal dimulainya pembangunan RS Jantung kepada sejumlah awak media mengatakan, rencana pembangunan 17 lantai RS jantung itu akan menelan dana APBD Sultra senilai Rp800 miliar serta bantuan pinjaman lainnya yang tidak mengikat dalam tiga tahun ke depan.

    "Untuk tahun anggaran 2019 ini, pemerintah sudah menganggarkan sebesar Rp98 miliar untuk penyelesaian empat lantai dan dua tahun berikutnya (2021-2022) untuk pembangunan lantai lima hingga selesai," ujaranya.

    Menurut Ali Mazi, kehadiran RS khusus jantung di Kota Kendari itu, diharapkan akan memberi kemaslahatan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan umumnya bagi masyarakat dari luar provinsi terutama dari kawasan Timur Indonesia.

    "Yang pasti bahwa kehadiran RS Jantung dan pembuluh darah ini diharapkan akan memberi solusi yang terbaik bagi masyarakat Sultra, dan terkhusus bagi pasien yang divonis dokter penyakit jantung, yang tidak lagi jauh dirujuk ke Jakarta dan bahkan harus ke luar negeri untuk berobat, tetapi cukup di Kendari untuk berobat," katanya.

    Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Pahri Yamsul menjelaskan, pembangunan RS Jantung dibangun di atas lahan kurang lebih 5 hektare itu merupakan lahan hibah dari eks RS umum provinsi yang tepatnya berada di Kemaraya Kecamatan Kendari Barat atau tepat berada di tengah Kota Kendari. 
    Menurut Fahri, diakui bahwa ada keterlambatan pembangunan RS Jantung dari rencana semula itu, karena harus menunggu izin dan persetujuan dari Menteri PUPR serta pengujian khusus dari pihak lain terkait ketahanan uji gempa, amdal serta syarat-syarat teknis lainnya.

    "Semua persyaratan itu kita sudah penuhi dan miliki. Dan Alhamdulillah, untuk satu tahun ke depan rencana pada pengerjaan fondasi dan konstruksi hingga empat lantai dan target selesai hingga 2022," ujaranya.

    Rangkaian peletakan batu pertama pembangunan RS khusus jantung Kota Kendari selain dihadiri Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra Brigjen Polisi Iriyanto, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Danrem 143/HO dan sejumlah Forkompimda Sultra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.