Polwan Capim KPK Jelaskan Bagaimana Beli Rumah Mewah di Solo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani seusai mengikuti uji publik Capim KPK di Sekretariat Negara, Jakarta, pada Kamis, 29 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani seusai mengikuti uji publik Capim KPK di Sekretariat Negara, Jakarta, pada Kamis, 29 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang seru dalam uji publik Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Capim KPK hari ini, Kamis, 29 Agustus 2019. Calon yang juga polwan dicecar soal rumah mewahnya. 

    Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Sri Handayani diketahui memiliki rumah di Solo, Jawa Tengah, yang dinilai mewah oleh panitia seleksi. 

    "Dilaporkan, Ibu memiliki rumah mewah di Jalan Adi Sucipto, Solo. Bisa dijelaskan seberapa mewah rumah Ibu?" kata Marcus Priyo Gunarto, anggota Pansel Capim KPK, di Gedung III Setneg, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019. "Bagaimana Ibu mendapatkannya?"

    Sri Handayani menjelaskan bahwa rumah tersebut dibelinya secara kredit. Uang muka diperoleh dari bonus-bonus yang dikumpulkannya pada saat dia menjadi atlet nasional.

    "Bonus itu saya kumpulkan dan saya kadang-kadang ada jual-beli tanah murah, karena duit selalu siap, saya beli," tuturnya.

    Capim KPK tersebut menerangkan sebelum masuk Kepolisian dia atlet lari gawang sejak SMP. Dia juga memegang rekor 400 meter. Sebagai atlet nasional Sri mendapat bonus dari SMP sampai aktif sebagai Polwan.

    "Itulah harta kekayaan saya dari tabungan, sejak saya (menjadi) atlet sampai polisi."

    Sri bahkan menyatakan tidak hobi menabung sehingga uang untuk membeli aset. Ia mempersilakan Pansel Capim KPK mengecek tabungannya selama menjadi polisi ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kalau pun ada tabungan itu dilakukan mulai mendaftar menjadi jemaah haji.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.