Kisruh Capim KPK Sampai ke Polisi, Pegawai KPK Beri Pernyataan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gedung KPK

    Ilustrasi Gedung KPK

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontroversi seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Capim KPK memasuki babak baru. Sejumlah pengkritik diadukan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan memberikan berita bohong.   

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, Ketua Umum YLBHI Asfinawati, serta Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menjadi terlapor.

    Meski begitu, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan laporan ke polisi itu tidak akan membuat takut lembaga antirasuah dan para pegiat antikorupsi untuk terus bersuara.

    "Kami akan terus menyuarakan agar calon pimpinan KPK yang terpilih berintegritas dan memiliki rekam jejak baik," ujar Yudi lewat keterangan tertulis hari ini, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Menurut Yadi, para tokoh tokoh nasional dan negarawan seperti Shinta Nuriyah Wahid, Solahuddin Wahid, Buya Syafii Maarif, Mahfud MD, Romo Benny Susetyo, bahkan kampus-kampus, mahasiswa, dan serikat buruh penggerak antikorupsi akan terus bersuara soal Capim KPK.

    Tahapan seleksi Capim KPK hampir memasuki tahapan akhir. Tes wawancara dan uji publik akan berakhir hari ini.

    Ada 20 Capim KPK yang mengikuti tes ini, untuk kemudian disaring menjadi 10 nama. Selanjutnya nama-nama itu akan diserahkan kepada Presiden Jokowi sebelum diserahkan ke DPR untuk diuji kelayakan dan kepatutan.

    Sebelumnya, Keputusan Pansel Capim KPK mengumumkan 20 calon yang menuai kritik. Sejumlah kandidat ditengarai memiliki persoalan etik dan integritas, seperti Inspektur Jenderal Firli Bahuri dan Inspektur Jenderal Antam Novambar.

    Firli diduga melanggar etik saat menjabat Deputi Penindakan KPK karena bertemu dengan Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat saat itu. Zainul diduga terlibat perkara yang sedang diselidiki KPK.

    Adapun Antam diduga pernah mengintimidasi Direktur Penyidikan KPK saat itu, Komisaris Besar Polisi Endang Tarsa. Endang diminta menjadi saksi dalam sidang praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang kala itu Wakil Kepala Polri.

    Ada pula sejumlah kandidat yang tidak tertib menyetorkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara.

    Istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, mengatakan Pansel Capim KPK semestinya mendengarkan masukan dari masyarakat. Kesalahan dalam pemilihan pimpinan KPK akan merusak upaya pemberantasan korupsi.

    "Sayangnya, ada beberapa calon yang tidak memenuhi kriteria tersebut namun tetap diloloskan," ujarnya pada Rabu lalu, 28 Agustus 2019.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.