Megawati Minta Jokowi Umumkan Kabinet Baru Setelah Pelantikan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menunjuk foto favoritnya saat pameran foto dalam rangkaian Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 9 Agustus 2019. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menunjuk foto favoritnya saat pameran foto dalam rangkaian Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 9 Agustus 2019. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan sepatutnya Presiden Joko Widodo mengumumkan kabinet setelah pelantikan 20 Oktober 2019.

    "Saya sih menunggu dulu pelantikan presiden. Sebelumnya, ada pelantikan legislatif dulu," kata Megawati lewat keterangan tertulis pada Rabu malam, 28 Agustus 2019.

    Menurut Megawati, susunan kabinet baru bukanlah hal yang paling penting untuk saat ini. Lagipula, ujar dia, tidak ada sesuatu hal yang mendesak Jokowi segera mengumumkan kabinet barunya.

    Dalam wawancara khusus Jokowi dengan Tempo pada Senin pekan lalu, bekas Gubernur DKI Jakarta itu menyebut susunan kabinetnya sudah final.

    Nama-nama calon menteri yang akan mengisi kabinetnya, ujar Jokowi, sudah ada dikantongnya. Kendati demikian, dia belum berencana mengumumkan nama-nama tersebut.
    "Kita melihat situasi. Tergesa-gesa juga untuk apa. Tapi, untuk kepentingan yang sangat urgen, ya, tidak apa-apa kita percepat," kata Jokowi seperti dikutip Majalah Tempo edisi 26 Agustus - 1 September 2019.

    Koalisi partai yang mendukung Jokowi sempat renggang terkait masalah kabinet ini. Pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan anggota koalisi seperti PKB, PPP, dan Golkar di Gondangdia tak menyertakan PDIP.

    Adapun Megawati kemudian bertemu dengan Prabowo Subianto di Teuku Umar. Pertemuan ini dikabarkan untuk menggandeng gerbong Prabowo masuk koalisi Jokowi. Namun hingga kini Prabowo belum memutuskan akan bergabung atau menjadi oposisi Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.