Megawati Kembali Singgung Jatah Menteri dari Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato penutupan Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 10 Agustus 2019. Megawati Soekarnoputri mengakui dirinya sudah memiliki daftar orang-orang yang akan diusulkan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato penutupan Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 10 Agustus 2019. Megawati Soekarnoputri mengakui dirinya sudah memiliki daftar orang-orang yang akan diusulkan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP Megawati Soekarnoputri kembali membicarakan permintaan jatah menteri kepada Presiden Jokowi. Tapi kali ini diarahkan ke partai-partai pendukung pemerintah.

    Megawati berpendapat partai pendukung tak perlu sembunyi-sembunyi jika hendak meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Kenapa ya, mesti sembunyi-sembunyi? Minta saja," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin, Rabu malam, 28 Agustus 2019.

    Megawati lantas menyampaikan pemikirannya. Menurut putri Bung Karno terebut sudah selayaknya partai pendukung mengusulkan nama-nama kadernya untuk menjadi anggota kabinet.

    Memang pada akhirnya penentuan susunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden, tapi apa salahnya mengajukan nama-nama calon menteri. "Minta saja. Urusan dikasih atau tidak, adalah kehendak Presiden."

    PDIP memang pelopor meminta jatah menteri secara terang-terangan kepda Presiden Jokowi. Dalam Kongres V PDIP pada 8-10 Agustus 2019, Megawati Soekarnoputri secara terbuka meminta jatah kursi paling banyak dalam Kabinet 2019-2024 kepada Jokowi.

    Megawati emoh jika PDIP hanya diberi empat menteri, seperti pada pemerintahan Jokowi 2014-2019. Apalagi, sudah dua kali Jokowi menang dalam pilpres.

    Dia terang-terangan menolak jika Jokowi hanya mmeberi empat menteri dengan alasan banyak kader PDIP di DPR. "Emoh. Tidak mau. Tidak mau. Tidak mau."

    Megawati mengungkapkannya dalam pidato pembukaan Kongres V PDIP di hadapan para kader, Preside Jokowi, serta para tamu undangan.

    "Ini dalam kongres partai ya, Pak Presiden, saya meminta dengan hormat bahwa PDIP masuk ke kabinet dengan jumlah menteri yang terbanyak," katanya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.