Sinta Nuriyah Sebut Ada Capim KPK Bermasalah tapi Diloloskan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Sinta Nuriyah Wahid (tengah) menghadiri pemakaman Ibu Negara periode 2004-2014 Ani Yudhoyono  di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. ANTARA

    Istri Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Sinta Nuriyah Wahid (tengah) menghadiri pemakaman Ibu Negara periode 2004-2014 Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaSinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menilai proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023 bermasalah. Menurut dia, masalah itu ada pada panitia seleksi dan sejumlah calon yang lolos hingga 20 besar.

    "Sayangnya proses seleksi ini menyisakan hal yang serius, mulai dari panselnya hingga para calon yang mendaftar," kata dia di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Sinta mengatakan ada sejumlah calon yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria, namun tetap diloloskan oleh pansel. Ia menyayangkan hal ini sampai terjadi.

    Menurut Sinta, agenda seleksi capim KPK sebenarnya sangat penting. Karena menentukan masa depan KPK empat tahun ke depan. Dia mengatakan sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi, KPK harus dipimpin oleh orang yang cakap dan berintegritas.

    "Jika tidak cakap dan berintergritas maka tombaknya akan tumpul dan tidak bisa memberantas korupsi," kata dia.

    Dia juga meminta pansel bekerja secara profesional dan obyektif. Pansel, kata dia, tak boleh condong kepada kepentingan pihak tertentu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.