1 TNI Tewas saat di Papua, Polri: Disusupi Kelompok Bersenjata

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memblokir akses menuju markas Kodam III Siliwangi saat mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa di Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019.  TEMPO/Prima Mulia

    Polisi memblokir akses menuju markas Kodam III Siliwangi saat mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa di Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menduga Kelompok bersenjata atau KKB menyusupi unjuk rasa di Kabupaten Deiyai, Papua. Akibatnya, 1 orang anggota TNI tewas dan 5 polisi terluka saat ada bentrokan antara pendemo dengan polisi-TNI.

    Massa yang terdiri dari 150 orang beraksi di depan kantor bupati. Mereka meminta bupati menghadiri pembacaan referendum, namun tidak dihiraukan. 

    "Akhirnya terjadi ricuh. Lalu satu anggota TNI meninggal dan lima anggota Polri luka akibat panah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara pada Rabu, 28 Agustus 2019.

    Beredar informasi adanya enam orang masyarakat sipil yang turut menjadi korban dalam ricuh tersebut. Namun, Dedi menyebut belum dapat dipastikan adanya korban dari masyarakat sipil. “Informasi enam orang dari sipil masih belum dapat dipastikan, masih didalami Polda Papua,” kata Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.