Buya Syafii Mengaku Telepon Orang Dekat Jokowi Soal Capim KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii di kediamannya di Yogyakarta, Jumat, 19 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii di kediamannya di Yogyakarta, Jumat, 19 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif mengatakan saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah diserang dari segala penjuru. 

    "Salah satu lembaga yang sekarang banyak dihantam kiri, kanan, dari seluruh penjuru sekarang ya," kata Syafii di saat diskusi soal Calon Pimpinan atau Capim KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Karena itu, ia mengatakan telah mengontak orang di lingkaran kepresidenan. Ia berpesan agar Presiden Joko Widodo mendapatkan informasi yang valid mengenai rekam jejak 20 capim Komisi Pemberantasan Korupsi yang tengah menjalankan tahap uji publik.

    Ia berharap dengan informasi itu, presiden bakal memilih 10 calon pimpinan lembaga antikorupsi yang mendekati ideal sebelum diserahkan ke DPR.

    Mentan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berkata KPK memang bukan lembaga sempurna. Namun, kata dia, lembaga antikorupsi ini masih diperlukan untuk memberantas korupsi. "Tapi tanpa ini (KPK), bapak, ibu bisa bayangkan," kata dia.

    Ia pun berharap Komisi Hukum DPR yang bakal memilih lima Pimpinan KPK dapat melepaskan kepentingan kelompok dan pribadi. Ia berharap Komisi hukum dapat memilih lima Pimpinan yang mendekati ideal. "Lepaskan kepentingan kelompok, lepaskan kepentingan pribadi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.