Sebut Lembaga Antirasuah Tak Sehat, Capim: KPK Butuh Obat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Merah Putih KPK. dok.TEMPO

    Gedung Merah Putih KPK. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar Nawawi Pomolango, menyebut organisasi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK saat ini tidak sehat. "Ada sesuatu, ada problem di organisasi. Saya bisa katakan organisasi KPK tidak sehat," kata Nawawi dalam uji publik capim KPK di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Nawawi mengatakan ada sejumlah persoalan lucu di KPK yang ia amati. Salah satunya kasus pegawai KPK yang menggugat keputusan pimpinan soal mutasi jabatan. "Ini sesuatu yang lucu," kata dia.

    Dibandingkan dengan KPK, kata Nawawi, jumlah SDM Mahkamah Agung mencapai 32 ribu orang, di antaranya termasuk hakim berjumlah 9.600 orang. Sedangkan SDM di KPK hanya sekitar 1.500-1.600 orang. "Tapi belum pernah dengar ada hakim dipindah ke Manado, dia gugat ke MA. Unik-unik seperti itu," katanya.

    Persoalan lainnya, Nawawi menyebut pernah ada operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK, tetapi pimpinannya tidak mengetahui. Ia menilai, persoalan itu lah yang membuat organisasi tersebut membutuhkan obat.

    Jika terpilih menjadi pimpinan KPK, Nawawi mengatakan akan melakukan penguatan koordinasi, supervisi, monitoring. Kemudian melakukan optimalisasi tindak pidana pencucian uang, dan tata kelola organisasi KPK secara internal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.