Bus Karunia Bakti Terguling di Jalan Raya Cianjur - Puncak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah akan memulangkan tujuh jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Penang Malaysia, Selasa 24 Oktober 2017.

    Pemerintah akan memulangkan tujuh jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Penang Malaysia, Selasa 24 Oktober 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta terguling masuk sawah di belokan Tapal Kuda, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu 28 Agustus 2019. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal yang menyebabkan kemacetan panjang di ruas jalan nasional tersebut.

    Bus penumpang yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta itu terperosok ke dalam sawah. Akibatnya, sopir, kondektur, dan satu penumpang bus mengalami patah tulang sehingga segera dibawa ke Runah Sakit Umum Daerah Cianjur untuk mendapat penanganan medis.

    Rokib, 37 tahun, salah seorang penumpang bus asal Bandung, mengatakan, bus melaju dengan kecepatan normal. Namun, diduga sopir bus menghindari tumpahan solar yang ada di badan jalan.

    "Kecepatannya normal, karena kondisi jalanan yang menanjak juga berkelok. Cuma, aneh kenapa sopir bawa busnya kok miring banget ke kiri. Akhirnya, ya busnya jatuh karena memang mepet ke bahu jalan," kata Rokib di lokasi kejadian, Selasa 28 Agustus 2019.

    Rokib menuturkan, saat itu tidak ada yang ganjil selama bus melaju. Jumlah penumpang bus juga tidak begitu penuh, sehingga dirasa tidak membuat bus kehilangan keseimbangan.

    "Bus berjalan normal, tapi memang saat memasuki jalan menikung posisinya miring dan mepet ke bahu jalan hingga terguling ke sawah," tutur Rokib.

    Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cianjur, Inspektur Dua Iwan Hendi, mengatakan, bus bernomor polisi Z 7912 D tersebut melaju ke arah Jakarta dengan membawa penumpang sebanyak 40 orang.

    “Sopir terlalu menikung ke arah kiri. Sampai akhirnya bus teperosok. Alhamdulillah, tidak ada korban meninggal dunia, tapi sopir, kondektur, dan satu penumpang harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami patah tulang,” ucapnya.

    Sampai saat ini, dipastikan bus melaju dengan kecepatan normal. Dugaan sopir mengantuk hingga rem blong belum bisa dikonfirmasi, karena masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut.

    “Saat ini kami evakuasi kendaraan terlebih dahulu supaya tidak mengganggu lalu lintas. Untuk para korban, sudah ditangani pihak rumah sakit,” kata Iwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.