KPK Periksa Putri Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto bersalaman dengan terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir setelah memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto bersalaman dengan terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir setelah memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa putri Setya Novanto, Dwina Michaella dalam kasus korupsi proyek e-KTP pada 28 Agustus 2019. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos.

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PLS," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 28 Agustus 2019.

    KPK memeriksa Dwina selaku mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera. PT Murakabi adalah salah satu perusahaan yang masuk konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia. Konsorsium itu menjadi pemenang tender proyek e-KTP. Diketahui, Dwina telah berada di Gedung KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.

    Tannos merupakan satu dari empat tersangka baru yang ditetapkan KPK dalam pengembangan perkara e-KTP. KPK menyangka Tannos bersama pihak terkait telah mengatur perusahaan pemenang lelang proyek e-KTP.

    Ia juga diduga mengatur fee sebesar 5 persen sekaligus skema pembagian beban fee yang akan diberikan kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Perusahaan milik Tannos, diduga ikut diperkaya sebanyak, Rp145,85 miliar. Tannos kini bermukim di Singapura.

    Tannos ditetapkan menjadi tersangka bersama tiga tersangka lain, yakni Anggota DPR Miryam S. Haryani dan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Elektronik, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Husni Fahmi dan Direktur Utama Perum Percetakan Negara dan Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia, Isnu Edhi Wijaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.