Ada Spanduk Referendum is Solution, Lukas Enembe Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) saat mengucapkan sumpah jabatan dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Selain empat pasangan gubernur dan wakil gubernur yang telah disebut sebelumnya, lima pasangan lainnya adalah I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali), Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (NTT), Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua), dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat).  TEMPO/Subekti

    Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) saat mengucapkan sumpah jabatan dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Selain empat pasangan gubernur dan wakil gubernur yang telah disebut sebelumnya, lima pasangan lainnya adalah I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali), Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (NTT), Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua), dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur Papua Lukas Enembe mendapat penolakan saat berkunjung ke asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Selasa petang, 27 Agustus 2019. Para mahasiswa juga memasang spanduk tuntutan referendum.

    Rombongan tiba di asrama Papua sekitar pukul 17.30 WIB. Belum sempat bernegosiasi, mereka langsung diteriaki penolakan penghuni asrama.

    Mereka berteriak dengan mengucapkan kata-kata, antara lain, "Pulang", "Kami Tolak Manusia, "Manusia Jangan Masuk Kandang Monyet", "Papua Merdeka", dan "Monyet Bukan Merah Putih".

    Spanduk bertuliskan "referendum is solution" juga dipasang penghuni asrama mahasiswa Papua di pagar asrama.

    Menanggapi spanduk referendum itu, Lukas mengaku itu bukan urusannya. "Itu kan yang selama ini kami terima dimana-mana. Referendum ini kan ranah negara," kata Lukas di Hotel Grand Dafam, Selasa malam, 27 Agustus 2019.

    Lukas menilai tidak tepat tuntutan referendum dialamatkan kepadanya. Dia kecewa terhadap sikap penghuni asrama. "Referendum bukan saya. Itu urusan negara," katanya.

    Dia juga menyangkal adanya gerakan Papua merdeka. "Gerakan Papua merdeka nggak ada," kata Lukas sembari menegaskan bahwa Papua tetap bagian dari Indonesia.

    Rombongan gubernur Papua datang ke asrama mahasiswa Papua setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi.

    Seperti diketahui, insiden persekusi yang mengarah aksi rasisme terjadi di asrama mahasiswa Papua pada Sabtu 17 Agustus 2019. Sekelompok organisasi massa dan anggota TNI mengepung asrama ini. Musababnya, ada isu yang menyebut penghuni asrama membuang bendera merah putih ke selokan. Berita hoaks itu tersebar cepat sehingga polisi akhirnya turun tangan mengamankan mahasiswa yang ada di dalam asrama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.