JK Sindir Pengusaha Peraih Bintang Mahaputera Tak Bantu Bencana

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri peringatan Hari Konstitusi yang digear di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019.(dok MPR RI)

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri peringatan Hari Konstitusi yang digear di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019.(dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyindir sikap seorang pengusaha yang ia sebut mengingkari janjinya dalam memberi bantuan bencana di Indonesia. Salah satunya adalah saat bencana gempa mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun lalu.

    "Ada juga tokoh pengusaha yang sudah dapat bintang ke mana-mana karena isi hebat menggema (janji membantu daerah bencana), sudah janji kiri kanan (tapi) tidak ada realisasinya," kata JK saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Agustus 2019.

    JK mengatakan saat pertama kali berjanji memberi bantuan, hampir semua pihak menyambut janji itu. Mulai dari Gubernur NTB, masyarakat, bahkan hingga Panglima TNI. Saat itu, pengusaha itu menjanjikan membangun desa yang rusak dan rumah-rumahnya.

    Namun dalam realisasinya, bantuan ini tak dilakukan. JK pun kemudian mengingatkan agar janji semacam ini jangan begitu saja dipercaya.

    "Peringatan juga pada orang-orang pengusaha yang suka janji kiri kanan, merasa langsung dikasih (Bintang ) Mahaputera, padahal tidak ada (kontribusinya). Mestinya dievaluasi kembali, bisa ditarik lagi itu bintang," kata JK.

    JK sebagai Ketua Palang Merah Indonesia pun merasa organisasinya turut menjadi salah satu yang terkena janji-janji pengusaha itu. "PMI juga kena, untung saya tidak minta apa-apa," kata dia.

    JK enggan menyebut siapa sosok pengusaha itu. Namun ia menegaskan pengusaha itu mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Naraya pada tahun 2018. Ia pun mengatakan kasus seperti itu seharusnya mendapat evaluasi bagi juri pemilihan penghargaan Bintang Mahaputera.

    "Iya harus dievaluasi untuk memberikan bintang-bintang, evaluasi, tidak sembarang itu," ujar JK.

    Dari data Sekretariat Kabinet, pada 2018 ada tiga orang yang mendapat penghargaan Tanda Bintang Mahaputera Naraya. Mereka adalah Abbas Said, (Wakil Ketua Komisi Yudisial Periode 2013-2015), Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, (Founder dan CEO Mayapada Group), dan Abdul Haris Semendawai (Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Periode 2008-2018).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.