Alexander Marwata Mengaku Belum Berhasil Jadi Pimpinan KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (ketiga kiri) berbincang dengan capim KPK lainya saat bersiap mengikuti tes kesehatan Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Sebanyak 20 orang yang dinyatakan lolos dalam tes

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (ketiga kiri) berbincang dengan capim KPK lainya saat bersiap mengikuti tes kesehatan Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Sebanyak 20 orang yang dinyatakan lolos dalam tes "profile assessment" Capim KPK masa jabatan 2019-2023 mengikuti tes kesehatan tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata merasa belum berhasil menjadi pimpinan lembaga antirasuah. Hal itu menjadi salah satu alasannya maju kembali dalam seleksi capim periode 2019-2023.

    "Yang pertama tentu saja masih ada beberapa hal, saya merasa belum berhasil, " kata Alex saat uji publik seleksi capim KPK di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2019.

    Alex menuturkan KPK belum menjalankan fungsi pelatuk dan supervisi. KPK, kata dia, harusnya bisa menjadi contoh atau trigger mechanism supaya penegak hukum lain seperti polisi dan jaksa tidak melakukan korupsi. "Sampai sekarang belum," kata dia.

    Selain itu, Alex menganggap KPK selama kepimpinannya belum efektif melakukan penindakan korupsi. Dia mengatakan penindakan berupa operasi tangkap tangan memang kerap dilakukan oleh KPK, namun menurut dia hal itu harus masih ditingkatkan.

    Alex juga mengatakan pengawasan dan kontrol pimpinan dalam proses penyidikan perlu ditingkatkan. Dia berkata pernah meminta berkas pemeriksaan saksi namun tidak diberikan oleh penyidik. Dia berharap pimpinan bisa mengakses seluruh informasi mengenai apa yang dilakukan dalam proses penyidikan. "Sehingga BAP penyidik bisa diakses pimpinan dan kami bisa kontrol," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.