Lenis Kogoya Bicara Papua, Lukas Enembe: Dia Kepala Suku Apa?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mendengarkan penjelasan Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) tentang banjir bandang Sentani sebelum menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani dan daerah aliran Sungai Sentani Tami di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Nota kesepakatan itu untuk mensinergikan penanganan pemulihan kawasan-kawasan tersebut pasca banjir bandang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo mendengarkan penjelasan Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) tentang banjir bandang Sentani sebelum menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani dan daerah aliran Sungai Sentani Tami di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Nota kesepakatan itu untuk mensinergikan penanganan pemulihan kawasan-kawasan tersebut pasca banjir bandang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe menilai pernyataan Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya, terkait kondisi di Papua tidak bisa mengatasnamakan sebagai tokoh dari Bumi Cenderawasih. "Dia mewakili staf presiden. Dia kepala suku apa? Mewakili apa? Tidak ada," kata Lukas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

    Lenis Kogoya sebelumnya membuat pernyataan pascakerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, pada Senin pekan lalu. Ia mengatakan, sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, kekecewaan seharusnya tak dilakukan dengan langkah kekerasan.

    Staf Khusus Presiden untuk Papua itu mengatakan sosok kepala suku sangat krusial dalam situasi konflik seperti ini. Ia menyebut telah menghubungi sejumlah kepala suku di Papua, agar mengarahkan warganya untuk tidak berbuat rusuh.

    Ketua DPR Papua Yunus Wonda menambahkan, Lenis tidak bisa mengklaim dirinya mewakili seluruh kepala suku di Papua. Sebab, wilayah di Papua memiliki kepala sukunya masing-masing. Menurut Yunus, kewenangan untuk menyampaikan kondisi Papua hanya di tangan Gubernur Papua, Majelis Rakyat Papua.

    "Jadi Pak Lenis hanya bisa bicara kapasitas sebagai Staf Khusus Presiden. Gak bisa bicara sebagai kepala suku. Karena kalau kita bicara pemimpin, 'saya tokoh', enggak bisa. Tokoh enggak bisa diklaim. Persoalannya sejak kapan anda ditokohkan?" kata Yunus.

    Yunus mengakui bahwa Lenis Kogoya memang Ketua LMA. Namun, kata dia, LMA sendiri di Papua ada dua lembaga. "Ada LMA Pak Lenis tapi ada LMA juga yang memang ada dari dulu. Jadi untuk itu tidak bisa kita klaim sebagai kepala suku. Karena kepala suku punya wilayah," ujarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?