5 Tentara Pengepung Asrama Mahasiswa Papua Dinonaktifkan

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim bersiap masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Sabtu, 17 Agustus 2019.  Mereka akan diminta keterangan mengenai kejadian perusakan dan pembuangan bendera merah putih pada Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA/Didik Suhartono

    Sejumlah anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim bersiap masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Sabtu, 17 Agustus 2019. Mereka akan diminta keterangan mengenai kejadian perusakan dan pembuangan bendera merah putih pada Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Kodam Brawijaya Letnan Kolonel Imam Haryadi menuturkan, lima anggota TNI dibebastugaskan karena diduga terlibat pengepungan asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

    "Jadi mereka akan diskors sampai berkas penyidikan mereka selesai. Lalu skors itu akan diganti dengan hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan militer," ujar Imam saat dihubungi, Senin, 26 Agustus 2019.

    Imam menjelaskan, penjatuhan status non-aktif kepada lima orang tersebut tak berhubungan langsung dengan teriakan rasis saat pengepungan asrama di Surabaya itu. Tetapi karena cara komunikasi mereka yang dianggap tidak efektif dan tidak persuasif, dalam menangani konflik. 

    Menurut Imam, sejatinya, bila ditemukan permasalahan di lapangan, tentara harus mengedepankan cara komunikasi yang baik dan persuasif. “Dia tak menampilkan jati diri seorang aparat, marah-marah dan makian-makian itu tidak boleh. Sementara perintah kita jelas, di metode kami kan jelas komunikasi sosial,” kata Imam.

    Pengepungan asrama Mahasiswa Papua di Surabaya ditengarai memicu kerusuhan di beberapa titik di Papua dan Papua Barat. Para pengunjuk rasa di sana mengecam tindakan rasis dari para pengepung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe