Jokowi Bentuk Tiga Kementerian Baru di Kabinet Jilid Dua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2019. Situasi Papua saat ini sudah berjalan normal kembali. Permintaan maaf sudah dilakukan, menunjukkan kebesaran hati untuk saling memghargai dan menghormati sebagai bangsa. Presiden juga memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras etnis rasis secara tegas. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2019. Situasi Papua saat ini sudah berjalan normal kembali. Permintaan maaf sudah dilakukan, menunjukkan kebesaran hati untuk saling memghargai dan menghormati sebagai bangsa. Presiden juga memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras etnis rasis secara tegas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi membentuk tiga kementerian baru di kabinet kedua pemerintahannya. Tiga kementerian tersebut yakni; Kementerian Investasi, Kementerian Ekonomi Digital, dan Kementerian Industri Kreatif.

    "Kita perlu kementerian baru tersebut karena kondisi global," kata Jokowi seperti dikutip Majalah Tempo edisi 26 Agustus-1 September 2019.

    Kementerian Investasi akan mengambil fungsi Badan Koordinasi Penanganan Modal atau BPKPM. Sedangkan Kementerian Ekonomi Digital dan Industri Kreatif atau Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif merupakan alih wujud Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf. Dua kementerian terakhir ini bisa saja digabungkan.

    Yang jelas, Jokowi memastikan Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif akan diisi pengusaha yang sukses melambungkan perusahaan rintisannya yang berbasis digital. "Stoknya banyak, anak muda," ujar bekas Gubernur DKI Jakarta ini.

    Jokowi menyebut dirinya telah mengantongi nama-nama calon menteri yang akan mengisi kabinetnya itu. Kendati demikian, dia belum berencana mengumumkan nama-nama tersebut. "Kami melihat situasi. Tergesa-gesa juga untuk apa," ujar Jokowi.

    DEWI NURITA | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.