Mangindaan Syukuran Ulang Tahun Pernikahan ke-46

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara syukuran 46 tahun pernikahan Wakil Ketua MPR,  E. E. Mangindaan, di GPIB Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Minggu, 25 Agustus 2019.

    Acara syukuran 46 tahun pernikahan Wakil Ketua MPR, E. E. Mangindaan, di GPIB Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Minggu, 25 Agustus 2019.

    INFO NASIONAL — Wakil Ketua MPR RI, E. E. Mangindaan, melangsungkan syukuran sederhana hari ulang tahun pernikahan ke-46. Acara tersebut digelar sekaligus sebagai perpisahan atas berakhirnya masa bhakti pimpinan MPR periode 2014-2019. Syukuran 46 tahun pernikahan E. E. Mangindaan itu berlangsung di GPIB Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Minggu, 25 Agustus 2019.

    Ikut hadir pada acara tersebut Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan, Dyastasita WB, dan Kepala Biro Umum, Heri Herawan. Pada kesempatan itu, Sesjen MPR menyerahkan miniatur gedung kura-kura sebagai kenang-kenangan kepada Mangindaan.

    Usai acara tersebut, politisi senior Partai Demokrat itu, antara lain mengatakan bahwa 46 tahun perjalanan pernikahannya adalah bukti besarnya anugerah yang diberikan Tuhan pada keluarganya. Selama 46 tahun hidup bersama Adeline Martine Tumbuan, Mangindaan mengatakan, teramat banyak campur tangan dan pertolongan Tuhan. Sampai-sampai dirinya pun tak kuasa menghitungnya.

    "Ibu adalah orang yang apa adanya. Ibu telah menemani saya dalam suka duka, susah senang dan pahit manisnya kehidupan ini. Namanya keluarga, kami juga kerap berselisih pendapat. Tetapi, itu tidak pernah jadi masalah berkelanjutan. Kalau saya bilang enjoy, beliau bilang yes, dan itu artinya perselisihan kami sudah selesai, tak usah menunggu tergelincirnya matahari," kata Mangindaan.

    Tugas sebagai pimpinan MPR menurutnya bersifat kolektif kolegial, sehingga pelaksanaan dan pertanggungjawabannya bersama-sama dengan pimpinan lain. Sebagai menteri atau gubernur misalnya, dia harus merancang dan mengerjakan program yang direncanakan.

    Oleh karena itu, Mangindaan berharap Pimpinan MPR yang akan datang bisa meninggalkan ego partainya masing-masing. Selain itu, juga mengutamakan musyawarah mufakat, seperti yang sudah dijalankan selama ini.

    Sementara itu, saat dimintai komentarnya terkait 46 tahun Pernikahan E. E. Mangindaan, Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono menyampaikan sanjungan yang tinggi. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan rumah tangga selama 46 tahun bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. Untuk selalu menumbuhkan rasa saling percaya, saling jaga, dan menghormati di antara anggota keluarga sehingga keluarga itu dinaungi kebahagiaan. Atau dalam istilah agama Islam dikenal sebagai keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah.

    "Sebagai pimpinan MPR, manajemen kepemimpinan Pak Mangindaan tak perlu diragukan. Beliau memiliki pengalaman panjang, dari berbagai jabatan yang pernah diembannya," kata Ma'ruf lagi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.