Selasa, 24 September 2019

Terduga Jaringan Teroris Gagal Merampok Toko Emas di Magetan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Densus 88. ANTARA

    Ilustrasi Densus 88. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Perampokan disertai kekerasan terjadi di Toko Emas Dewi Sri Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Sabtu, 24 Agustus 2019 pukul 09.30 WIB. Pelaku berinisial YT, 41 tahun, diketahui merupakan target dari Detasemen Khusus Anti-Teror 88. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera kepada Tempo pada Sabtu malam. "Iya, (kejadiannya) betul," katanya.

    Barung berujar awalnya pelaku masuk ke toko emas dengan membawa kaleng bekas cat yang diduga bom rakitan. Kaleng dihantamkan oleh terduga teroris ke etalase perhiasan dengan menodongkan pistol mainan. Pelaku lalu melompat ke kasir dan berteriak meminta uang.

    Zhafirah Ghasani, 24 tahun, petugas kasir toko emas langsung memberi uang Rp 10 juta. Uang tersebut dimasukkan pelaku ke dalam tas ransel. Merasa uang yang diberikan kasir kurang, pelaku membenturkan tangan ke etalase sambil minta uang tambahan. Namun Zhafirah tak memberi.

    Sambil melompat keluar, pelaku mengambil 5 cincin dan 3 gelang emas. Dia menumpahkan batu permata yang berada di meja kasir. Ketika pelaku sampai ditempat parkir, dia langsung dikeroyok massa di sekitar tempat kejadia.

    Saat pelaku dikeroyok, saksi bernama Siti Rumiatun, 51 tahun, melompati etalase dan mengambil tas pelaku berisi uang rampasan. Uang itu kembalikannya ke kasir, sedangkan cincin dan gelang masih berada di saku jaket pelaku.

    Dari kejadian itu, ditemukan sejumlah barang bukti antara lain 2 buah kaleng yang diduga bom rakitan, sebuah sangkur, sebuah pistol mainan, sebuah buku baitul mal, 2 kotak peluru senapan angin kaliber 4,5 dan 2 buah petasan. "Bukti betul," kata Barung.

    Ada pula satu batang besi panjang 50 centi meter, dua kotak buah korek kayu api, dua buah baterai ABC, sebuah borgol, selembar kertas tulisan cara merakit bom, sebuah dompet, tiga bua telepon seluler berisi grup jaringan di aplikasi WhatsApp, obeng, dan charger telepon genggam. Barung mengatakan hingga saat ini, kejadian masih diselidiki oleh polisi.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.