Cuma 9 dari 20 Capim KPK yang Patuhi Lapor LHKPN, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansel Capim KPK Jilid V Yenti Ganarsih (tengah) saat mengumumkan nama-nama kandidat yang lolos tahapan profile assesment di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019. Sebelumnya, 40 calon pimpinan KPK telah mengikuti uji profile assestment atau seleksi tahap 4. TEMPO/Subekti.

    Ketua Pansel Capim KPK Jilid V Yenti Ganarsih (tengah) saat mengumumkan nama-nama kandidat yang lolos tahapan profile assesment di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019. Sebelumnya, 40 calon pimpinan KPK telah mengikuti uji profile assestment atau seleksi tahap 4. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat hanya 9 dari 20 calon pimpinan atau capim KPK periode 2019-2023 lolos profile assessment yang patuh melaporkan LHKPN tepat waktu. Lho?

    "Untuk laporan periodek tahun 2018, kami identifikasi yang patuh melaporkan secara tepat waktu adalah sembilan orang," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat,23 Agustus 2019.

    Febri mengatakan, sembilan orang taat lapor LHKPN itu berasal dari kalangan kepolisian, kejaksaan, BPK, mantan LPSK, dekan salah satu universitas, dan pihak dari Kementerian Keuangan.

    Selain itu, Febri juga menyebut ada lima capim KPK yang terlambat melaporkan LHKPNnya. "Artinya kewajiban dari Januari sampai dengan 31 Maret tetapi baru melapor setelah itu. Bahkan ada yang mepet-mepet menjelang proses seleksi," kata dia.

    Lalu, dua capim KPK tak pernah melaporkan LHKPN secara periodik. Febri mengatakan, dua orang itu berasal dari Polri dan karyawan BUMN.

    ANDITA RAHMA | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.