Minggu, 15 September 2019

Gerakan Suluh Kebangsaan Dorong Dialog Konstruktif soal Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerakan Suluh Kebangsaan melakukan jumpa pers di Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.  Gerakan yang diketuai Mahfud MD ini menyatakan sikapnya terkait situasi negara pasca 22 Mei 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    Gerakan Suluh Kebangsaan melakukan jumpa pers di Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Gerakan yang diketuai Mahfud MD ini menyatakan sikapnya terkait situasi negara pasca 22 Mei 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Suluh Kebangsaan meminta pemerintah segera melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Papua. Ini terkait dengan perkembangan situasi di sana.

    "Termasuk TNI-Polri, perlu mengedepankan dialog konstruktif bersama tokoh Papua untuk mencari jalan keluar terbaik demi kepentingan masyarakat Papua dan NKRI," kata Alissa Wahid dalam Konferensi Pers Tentang Papua di Jakarta, pada Jumat, 23 Agustus 2019.

    Gerakan Suluh Kebangsaan dimotori oleh Mahfud MD, Shinta Nuriyah Wahid, Alissa Wahid, Rm Frans Magnis Suseno, Quraish Shihab dan 15 tokoh lainnya. Mereka mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana kondusif di Papua.

    Alissa mengatakan, pemerintah juga mesti semaksimal mungkin mengambil tindakan damai yang cepat, terencana, dan tepat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Sehingga tidak jatuh korban lagi," katanya.

    Selain itu, Gerakan Suluh Kebangsaan juga meminta aparat penegak hukum dapat menindak tegas oknum pelaku rasisme yang memicu kerusuhan. Serta mencegah terjadinya kejadian yang serupa.

    Lebih lanjut Alissa menegaskan, semua komponen bangsa mesti menjunjung tinggi persamaan derajat sebagai sesama bangsa Indonesia. "Mencegah terjadinya tindakan diskriminatif, dan menghargai local values," katanya.

    Selain itu, kepercayaan di antara semua komponen bangsa, kata Alissa, harus terus ditingkatkan agar tidak terjadi saling curiga. Perlu saling mengenal dan saling peduli terhadap situasi batin dan karakter satu sama lain secara intensif agar memberikan pengenalan dan kesadaran. "Serta kesederajatan bagi semua orang dan semua komponen bangsa," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.