Menguak Kembali Sejarah Ekspedisi Pamalayu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan  berfoto bersama diacara Ngobol Tempo, tang bertemakan Menguak Kembali Sejarah Ekspedisi Pamalayu.

    Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan berfoto bersama diacara Ngobol Tempo, tang bertemakan Menguak Kembali Sejarah Ekspedisi Pamalayu.

    INFO NASIONAL — Di Museum Nasional, Jakarta, langkah awal pelurusan salah satu sejarah penting di Nusantara dilaksanakan Kamis, 22 Agustus 2019. Dalam format diskusi, acara bertajuk Menyingkap Tirai Sejarah Dharmasraya, sejarah ekspedisi Pamalayu dibahas untuk dikaji ulang dari berbagai perspektif, baik terkait waktu maupun konteks peristiwanya. 

    Turut dihadiri ratusan masyarakat Sumatera Barat dari berbagai lapisan dan latar belakang, para narasumber berkompeten dilibatkan dalam diskusi. Termasuk pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia, jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, sejarawan, hingga arkeolog.

    Selama ini, berbagai referensi menyebutkan bahwa ekspedisi Pamalayu adalah pelayaran dalam upaya menyerang kawasan Dharmasraya. Namun, dari peninggalan-peninggalan yang ada, ekpedisi Pamalayu diduga bukan pelayaran perang, melainkan justru upaya Kerajaan Singosari dalam menjalin persaudaraan dengan Swarnabhumi (Sumatera).  

    “Kalau memang (ekspedisi) penaklukkan, mungkinkah mereka membawa hadiah arca Amoghapasa untuk raja Dharmasraya, sementara arca tersebut merupakan lambang kasih sayang?” ujar Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan. 

    Terlebih, ia menambahkan, dua putri raja Dharmasraya kemudian menikah di Jawa dengan raja Kertanegara dari Singosari. “(Maka) kami sebagai generasi penerus Dharmasraya, merasa ada yang aneh dengan narasi ‘penaklukkan’ itu,” katanya.

    Narasi "modifikasi" semacam itu, menurut Sutan Riska, berimplikasi terhadap pemahaman generasi masa kini terhadap sejarah para pendahulu. “Tatanan kehidupan kita mulai berubah ketika bangsa pengadu domba masuk ke negeri ini,” katanya. 

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid menyampaikan, bagaimana pun penting untuk tetap memahami sejarah secara jernih. “Demi kesatuan yang kukuh dan masa depan yang lebih baik, jika perlu, (kita) menulis kembali sejarah itu agar tidak ada lagi kekeliruan,” katanya.

    Diskusi Menyingkap Tirai Sejarah Dharmasraya merupakan acara pembuka rangkaian Festival Pamalayu yang digelar 22 Agustus 2019 sampai dengan 7 Januari 2020. Festival Pamalayu di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat akan diisi dengan beragam acara, di antaranya lomba fotografi, lomba menulis karya jurnalistik, lokakarya warisan kebudayaan, serta pesta rakyat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.