Minggu, 15 September 2019

Hapus Posisi Sekjen, Kader PKB Sebut Cak Imin Reaktif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho Muhaimin Ketua Umum PKB Iskandar terpajang di Jalan Baypass I Gustu Ngurah Rai menuju ke arah lokasi Muktamar V PKB di Nusa Dua. Atribut PKB mulai ramai menjelang pelaksanaan muktamar. Foto: Panitia Muktamar PKB

    Baliho Muhaimin Ketua Umum PKB Iskandar terpajang di Jalan Baypass I Gustu Ngurah Rai menuju ke arah lokasi Muktamar V PKB di Nusa Dua. Atribut PKB mulai ramai menjelang pelaksanaan muktamar. Foto: Panitia Muktamar PKB

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Lukman Edy menilai gagasan menghapus posisi sekretaris jenderal di PKB merupakan aksi reaksioner dari ketua umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    Menurut dia, gagasan itu muncul lantaran Muhaimin sebelumnya berkonflik dengan Abdul Kadir Karding, sekretaris jenderal yang kemudian dicopot dari jabatannya.

    Lukman pun mengungkit keputusan Muhaimin memperkecil kewenangan Dewan Syuro PKB lantaran ada konflik dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada 2008. "Ini kan reaktif, berantem dengan Gus Dur Dewan Syuro dikecilkan. (Ide) penghapusan sekjen akibat konflik dengan Karding," kata Lukman kepada Tempo, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebelumnya mengungkap adanya gagasan menghapus posisi sekjen dalam struktur kepengurusan yang baru. Muhaimin mengklaim mengemuka usulan agar jabatan itu menjadi direktur eksekutif.

    Alasanya, kata Muhaimin, posisi tersebut cenderung politis. Jika jadi dihapuskan, kerja-kerja politik akan dilakukan oleh wakil ketua umum, sedangkan direktur eksekutif akan lebih banyak mengurus internal kepartaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.