Ditawari Masuk PAN hingga PKB, Ini Kata Sandiaga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Ma'ruf Amin duduk bersebelahan dengan Calon Wakil Presiden Pemilu 2019 Sandiaga Uno saat menghadiri Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Ma'ruf Amin duduk bersebelahan dengan Calon Wakil Presiden Pemilu 2019 Sandiaga Uno saat menghadiri Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaSandiaga Uno mengaku selama pasca Pilpres 2019 ini dirinya sudah ditawari bergabung oleh beberapa partai. Setidaknya ada tiga partai, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Gerindra.

    Menurut Sandiaga ketiga partai tersebut sempat menawarknya untuk bergabung. Namun ia belum bisa memutuskan akan berlabuh ke partai mana. “Saya sekarang jeda dulu. Saya ingin istirahat dulu 1-2 bulan,” kata Sandiaga di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Ia mengatakan sempat ditawari Ketua Umum PKB Muhaimmin Iskandar. PAN sendiri, kata dia, belum ada ajakan secara resmi. Adapun Gerindra, kata dia, sempat mengirimkan utusan ke kantornya.

    Khusus tawaran Gerindra, ia mengatakan akan membahasnya langsung dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. “Saya bilang akan sampaikan langsung ke Pak Prabowo,” ujar dia.

    Sandiaga tak memiliki partai sejak maju sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo dalam Pilpres 2019 lalu. Sandiaga yang saat itu sebagai kader Gerindra, mundur dari partai untuk meredam tensi dalam koalisi mereka.

    Dalam dinamikanya, Prabowo yang didukung oleh beberapa ormas Islam, diminta untuk menggandeng beberapa nama ulama yang disarankan oleh Ijtima Ulama. Namun akhirnya Prabowo memilih Sandiaga, yang saat itu tengah memimpin DKI Jakarta bersama Anies Baswedan.

    Adapun Sandiaga menilai sejauh ini ajakan tersebut tidak ada membahas Pemilu 2024. “Terlalu jauh 2024,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.