Periksa Khatibul Umam, KPK Telusuri Aliran Duit Korupsi E-KTP

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Demokrat Khatibul Umam Wiranu usai diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin, 4 Juni 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Politikus Demokrat Khatibul Umam Wiranu usai diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin, 4 Juni 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Khatibul Umam Wiranu, dalam kasus korupsi proyek E-KTP, Rabu, 21 Agustus 2019. KPK juga memeriksa mantan anggota DPR Wa Ode Nurhayati.

    Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami aliran dana korupsi E-KTP. "Dari dua saksi, penyidik mendalami keterangan saksi terkait aliran dana perkara e-KTP," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah.

    Menurut dia Khatibul dan Wa Ode Nurhayati diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos. Sebenarnya KPK juga memanggil anggota DPR Teguh Juwarno untuk diperiksa. Namun, dia mangkir tanpa alasan.

    Tannos merupakan satu dari empat tersangka baru yang ditetapkan KPK dalam pengembangan perkara E-KTP. KPK menyangka Tannos bersama pihak terkait telah mengatur perusahaan pemenang lelang proyek E-KTP.

    Dia  juga diduga mengatur fee sebesar 5 persen sekaligus skema pembagian beban fee yang akan diberikan kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Perusahaan milik Tannos, diduga ikut diperkaya sebanyak Rp 145,85 miliar. Tannos kini bermukim di Singapura.

    Tannos ditetapkan menjadi tersangka bersama anggota DPR Miryam S. Haryani dan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Elektronik, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Husni Fahmi, serta Direktur Utama Perum Percetakan Negara dan Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia Isnu Edhi Wijaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.