KPK Jebloskan Dua Penyuap Romahurmuziy ke Penjara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin tampak Keluar dari Gedung KPK, Sabtu, 16 Maret 2019. Haris Hasanuddin salah satu yang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Surabaya pada, Jumat 15 Maret 2019. TEMPO/ Muhammad Fadhlan

    Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin tampak Keluar dari Gedung KPK, Sabtu, 16 Maret 2019. Haris Hasanuddin salah satu yang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Surabaya pada, Jumat 15 Maret 2019. TEMPO/ Muhammad Fadhlan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjebloskan dua terpidana penyuap Romahurmuziy, Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi, ke penjara pada Selasa, 20 Agustus 2019. Eksekusi terhadap dua terpidana itu dilakukan setelah putusan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama itu inkracht.

    "Para terpidana tersebut dieksekusi berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Febri menuturkan Haris dieksekusi ke penjara Kelas I, Tangerang. Sementara, Muafaq dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Porong, Sidoarjo. "Mereka akan menjalani masa hukuman sesuai dengan putusan pengadilan," kata Febri.

    Sebelumya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Haris 2 tahun penjara dan Muafaq 1 tahun 6 bulan penjara. Majelis hakim menyatakan Haris terbukti menyuap Rommy Rp255 juta supaya bisa menduduki jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Dalam putusannya, hakim meyakini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menerima Rp70 juta untuk tujuan yang sama.

    Sementara, Muafaq disebut terbukti memberikan Rp91,4 juta. Muafaq memberikan uang itu supaya bisa terpilih menjadi Kepala Kanwil Kemenag Gresik. Atas putusan itu, keduanya tak mengajukan banding. Adapun Rommy akan menghadapi sidang pembacaan dakwaan pada 4 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.