Jaksa Tersangka Suap Proyek Gorong-gorong Diserahkan ke KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra menutupi wajahnya saat keluar dari gedung KPK usai diperiksa setelah terjaring OTT, di Jakarta, Selasa malam, 20 Agustus 2019. Tiga tersangka dalam OTT tersebut, yaitu Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana, jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta Eka Safitra, dan jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono. TEMPO/Imam Sukamto

    Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra menutupi wajahnya saat keluar dari gedung KPK usai diperiksa setelah terjaring OTT, di Jakarta, Selasa malam, 20 Agustus 2019. Tiga tersangka dalam OTT tersebut, yaitu Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana, jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta Eka Safitra, dan jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung menyerahkan jaksa dari Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono ke Komisi Pemberantasan Korupsi, pada Rabu, 21 Agustus 2019. KPK sebelumnya menetapkan Satriawan menjadi tersangka suap proyek rehabilitasi saluran air di Yogyakarta.

    "Kami ke sini dan rangka penyerahan saudara SAT (Satriawan) yang sudah kami lakukan pemeriksaan pengawasan," kata Jaksa Agung Muda Pengawasan, M Yusni di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

    KPK menyangka Satriawan bersama jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra menerima suap dari Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana. Suap diberikan agar keduanya membantu perusahaan Gabriella memenangi lelang proyek rehabilitasi saluran air di Jalan Supomo, Yogyakarta tahun anggaran 2019 dengan nilai Rp10,8 miliar.

    KPK menduga total uang yang telah diterima Eka sebanyak Rp221,74 juta. Dalam kasus itu, Satriawan diduga berperan memperkenalkan Eka kepada Gabriella. Penyerahan yang dilakukan dalam tiga tahap.

    Pada penyerahan tahap ketiga, 19 Agustus lalu, tim KPK menangkap Gabriella dan Eka. Namun, Satriawan belum tertangkap. Baru hari ini, Yusni bersama Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S Maringka menyerahkan Satriawan ke KPK.

    Yusni mengucap terima kasih karena KPK sudah membantu Kejaksaan Agung bersih-bersih. Dia berharap kasus ini bisa dijadikan pelajaran bagi jaksa lainnya. "Agar tidak melakukan hal-hal menyimpang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.