Ini Beda Muhaimin dan Megawati Kala Menodong Jatah Menteri

Reporter

Presiden Joko Widodo santap malam bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Senin malam 23 Juli 2018. Foto/Biro Pers Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta Ujang Komaruddin membandingkan pidato Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di hadapan Presiden Jokowi dalam Muktamar PKB.

Ujang melihat memang ada psikologis yang berbeda antara Cak Imin, sapaan Muhaimin, dan Megawati. "Kalau Megawati dengan PDIP-nya pernah trauma di Pilprres 2014," ujar Ujang saat dihubungi Tempo pada Selasa, 20 Agustus 2019.

Dia menjelaskan pada 2014 PDIP menang pileg dan pilpres dengan mengusung Jokowi. Tapi Ketua DPR dijabat kader Golkar dan kursi menteri di kabinet minim.

Maka di awal pemerintahan Jokowi pada 2014 PDIP banyak mengkritik kinerja pemerintah. "Lalu ada reshuffle jilid I yang menambah jatah kursi menteri dari PDIP."

Lalu dalam Kongres PDIP di Bali pada pertengahan Agustus lalu Megawati meminta jatah menteri lebih banyak langsung kepada Jokowi dalam pidato pembukaan kongres.

Pada 2014 Presiden Jokowi memberi jatah 4 kursi menteri untuk PDIP. Setelah reshuffle kabinet, menteri untuk PDIP bertambah menjadi 5. "Nah, di 2019, Megawati dan PDIP tidak ingin mendapat pengalaman serupa seperti 2014."

Berbeda dengan pidato Muhaimin pada Rabu malam lalu, 20 Agustus 2019. Dalam pembukaan Muktamar PKB V tersebut Muhaimin sama sekali tidak menyinggung jatah menteri. Meski sebelumnya dia pernah meminta 10 menteri.

Ujang berpendapat lain Muhaimin, lain Megawati. Muhaimin dinilai sudah puas dengan jatah menteri selama ini. Apalagi Wakil Presiden periode 2019-2024, Ma'ruf Amin, adalah bekas Rais Aam PBNU yang dekat dengan PKB.

DEWI NURITA






Dicela PDIP Soal Firaun, Anies Baswedan: Transportasi Publik Alat untuk Mempersatukan

1 hari lalu

Dicela PDIP Soal Firaun, Anies Baswedan: Transportasi Publik Alat untuk Mempersatukan

Anies Baswedan mengatakan, selain untuk transportasi, dibangunnya transportasi publik adalah sebagai alat untuk mempersatukan.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

2 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

2 hari lalu

Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi Koordinator Pelaksana di Dewan Pengarah Nasional SDGs 2024. Ini profil politik dan bisnisnya.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

4 hari lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

4 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Profil Johan Budi Inisiator Dewan Kolonel: Dari Jurnalis, Jubir KPK, Staf Khusus Presiden, Anggota DPR F-PDIP

6 hari lalu

Profil Johan Budi Inisiator Dewan Kolonel: Dari Jurnalis, Jubir KPK, Staf Khusus Presiden, Anggota DPR F-PDIP

Puan Maharani mendapat dukungan dari sekelompok Anggota DPR fraksi PDIP yang disebut Johan Budi sebagai Dewan Kolonel. Ini profil eks Jubir KPK.


Megawati Tegaskan Tidak Ada Dewan Kolonel

6 hari lalu

Megawati Tegaskan Tidak Ada Dewan Kolonel

Hasto mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan para kader partai bahwa Dewan Kolonel tidak eksis.


Hasto Sebut Megawati Minta Kader PDIP Bersabar Soal Capres 2024

6 hari lalu

Hasto Sebut Megawati Minta Kader PDIP Bersabar Soal Capres 2024

Hasto menjelaskan, Megawati dalam rapat koordinasi meminta para kader bersabar untuk urusan capres cawapres.


Soal Dewan Kolonel dan Dewan Kopral, Ganjar Pranowo: Tahan Diri

6 hari lalu

Soal Dewan Kolonel dan Dewan Kopral, Ganjar Pranowo: Tahan Diri

Dewan Kopral rencananya dibentuk oleh relawan Ganjar Pranowo untuk menandingi Dewan Kolonel yang mendukung Puan


Minta Kepala Daerah Fokus Kerja untuk Rakyat, Megawati: Tidak Lakukan Dansa Politik Pemilu 2024

6 hari lalu

Minta Kepala Daerah Fokus Kerja untuk Rakyat, Megawati: Tidak Lakukan Dansa Politik Pemilu 2024

Megawati mengingatkan para kader untuk berfokus melakukan kerja riil di masyarakat, alih-alih melakukan dansa politik jelang Pemilu 2024