MPR Tetap Ngotot Bahas Penambahan Kursi Pimpinan Jadi 10 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memimpin Sidang Tahunan MPR RI 2019 di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara Kompleks DPR/MPR/DPD, Jumat 16 Agustus 2019. (Tempo. Andi ariyadi)

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memimpin Sidang Tahunan MPR RI 2019 di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara Kompleks DPR/MPR/DPD, Jumat 16 Agustus 2019. (Tempo. Andi ariyadi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendati banyak menuai kritikan, Majelis Permusyawaratan Rakyat akan tetap lanjut membahas rencana penambahan kuota pimpinan MPR menjadi 10 orang.

    Anggota Majelis dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pembahasan lanjutan sudah diagendakan akan digelar pada hari ini hingga besok. "Agendanya sinkronisasi atas pandangan fraksi-fraksi dan kelompok DPD," ujar Saleh saat dihubungi Tempo pada Rabu, 21 Agustus 2019.

    Wacana penambahan kuota pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat ini pertama kali diusulkan oleh PAN. Saleh Daulay mengatakan, usulan ini tujuannya untuk mencegah seteru partai dalam memperebutkan kuota pimpinan saat ini. Jumlah 10 kursi ini disesuaikan dengan jumlah fraksi di Majelis Permusyawaratan Rakyat periode mendatang, yaitu sembilan fraksi dari partai dan satu dari kelompok Dewan Perwakilan Daerah.

    Selain dikritik akan menguras banyak anggaran, usulan ini juga disoroti karena mempermainkan UU MD3 yang baru saja direvisi dan belum dijalankan. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengkritik partai-partai yang lolos ke parlemen tidak mempunyai sikap yang tegas. Politik kompromi dilakukan hanya menghitung untung dan rugi tanpa mempertimbangkan substansi.

    "Parpol tak mau menjelimet terjebak dalam diskursus dan polemik berkepanjangan, mereka berpikir simpel saja bahwa semua parpol masuk di pimpinan MPR," ujar Adi saat dihubungi Tempo pada Selasa, 20 Agustus 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.