Selasa, 24 September 2019

Gusdurian, Yenny Wahid, Mahfud MD Tidak Datang ke Muktamar PKB

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo setelah pembukaan Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa di Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019. Jokowi hadir mengenakan baju adat Bali bernuansa hijau. Foto: Johannes P. Christo

    Presiden Joko Widodo setelah pembukaan Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa di Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019. Jokowi hadir mengenakan baju adat Bali bernuansa hijau. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Nusa Dua-Partai Kebangkitan Bangsa menggelar muktamar di kawasan Nusa Dua, Bali, pada 20-21 Agustus 2019. Pembukaan Muktamar PKB dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, para menteri kabinet kerja, tokoh-tokoh partai politik hingga para ulama.

    Petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga hadir dalam pembukaan, mulai dari Ketua Umum Said Aqil Siraj, Katib Aam Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Helmy Faishal Zaini, hingga Ketua PBNU Robikin Emhas.

    Namun, jaringan NU Gusdurian seperti putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, Alissa Wahid, dan keluarganya tak tampak di arena muktamar. Begitu pula mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang dianggap sebagai NU kultural.

    Ketua Panitia Muktamar PKB, Lukmanul Khakim tak menjawab tegas ihwal undangan terhadap Yenny, Mahfud, dan tokoh NU lainnya seperti Salahuddin Wahid alias Gus Solah. Dia hanya mengatakan bahwa pada dasarnya panitia tak melarang siapa pun untuk hadir. "Prinsipnya kalau datang datang saja, kami terbuka," kata Lukmanul di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Yenny Wahid tak merespons pesan Tempo perihal undangan atau kehadirannya di Muktamar PKB. Adapun Mahfud mengaku tak tahu agenda ini. Mahfud juga berujar dirinya sedang berada di luar kota.

    "Saya sama sekali tidak memikirkan itu, tidak punya pikiran diundang atau tidak, kemudian siapa saja. Malah saya lupa kalau ini ada muktamar," kata Mahfud ketika dihubungi.

    Ketidakharmonisan hubungan Gusdurian dan Muhaimin bermula sejak Muhaimin melengserkan Gus Dur dari jabatan Ketua Dewan Syuro PKB pada 2005. Partai pun pecah menjadi dua kubu, yakni kubu Muhaimin dan kubu Gus Dur--beberapa menyebutnya PKB Yenny.

    Keduanya bahkan pernah berebut nomor urut kampanye PKB di kantor Komisi Pemilihan Umum untuk Pemilu 2009. Pada 2010, Yenny sempat mengajak Muhaimin untuk islah. Dia meminta status Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB dipulihkan, sembari mempersilakan Muhaimin tetap menjadi ketua umum.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.