Selasa, 24 September 2019

Mendagri Minta Gubernur Papua Tak Keluar Wilayah

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berbicara kepada awak media di Hotel Sultan, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berbicara kepada awak media di Hotel Sultan, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk tak meninggalkan wilayahnya, untuk sementara waktu. Hal ini merupakan buntut dari kerusuhan yang terjadi di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat, kemarin.

    "Saya kira sudah telepon ke Pak Gubernur Enembe. Sekarang menyelesaikan permasalahan di daerah dulu. Gubernur untuk tidak meninggalkan daerah dulu," kata Tjahjo, saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Jika persoalan di Papua sudah klir, Tjahjo mempersilakan Lukas bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di luar Papua. Pertemuan antara kedua gubernur itu memang diwacanakan, untuk menyelesaikan insiden di Surabaya, yang memantik kerusuhan di Papua.

    "Nanti kita usulkan diundang Pak Menkopolhukam, Pak Kapolri, kemudian Gubernur Papua Barat sekaligus Gubernur Papua ketemu dengan mahasiswa di Malang, Surabaya," kata Tjahjo.

    Kerusuhan di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat dipantik oleh insiden di asrama mahasiswa dari Papua di Surabaya pada 17 Agustus 2019. Saat itu, 42 mahasiswa di asrama itu mengalami aksi diskriminasi dan rasis dari sosok yang diduga sebagai aparat keamanan dan ormas setempat.

    Tjahjo mengatakan dari laporan Gubernur saat ini, kondisi di Papua dan Surabaya sudah lebih kondusif. Meski begitu, Tjahjo mengaku belum menentukan tindak lanjut pasca dibakarnya Gedung DPRD Papua Barat oleh massa.

    "Ya kan belum tahu. Masih dicek dulu," kata Tjahjo.

    Insiden di Surabaya diduga karena tudingan bendera merah putih yang jatuh di dekat asrama mahasiswa tersebut. Aksi rasial dan diskriminatif ikut memancing aksi demonstrasi di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat, dan berujung kerusuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.