Selasa, 24 September 2019

Ahok Sebut Dobel Minoritas Tak Surutkan Langkahnya di Politik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga kader PDIP, Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) mengikuti pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis, 8 Agustus 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga kader PDIP, Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) mengikuti pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis, 8 Agustus 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meski menjadi minoritas ia tak mundur dari dunia politik.

    Seperti diketahui, Ahok saat ini menjadi kader PDIP. Ia mengaku mendapat tugas dari partai untuk memajukan daerah Nusa Tenggara Timur.

    "Partai menugasi saya mengajar di sekolah politik (PDIP), terutama soal penganggaran, dana hibah, membantu tiap daerah. Nah, sekarang tugas saya itu ke NTT (Nusa Tenggara Timur),” kata Ahok seusai menjadi pembicara seminar kebangsaan bertajuk ‘Dari Aku untuk Indonesiaku’ di Universitas Kristen Petra Surabaya, Senin, 19 Agustus 2019.

    Menurut Ahok, meski sebagai etnis Tionghoa dan beragama Nasrani, ia tak pesimistis. Ia mengatakan menjadi Tionghoa dan Nasrani bukan berarti dobel minoritas.

    Secara berkelakar Ahok mengatakan bahwa meski dipenjara di Mako Brimob, namun hal itu tak membuatnya tenggelam dari ingar bingar politik. “Saya masuk Mako Brimob justu promosi. Jadi kita harus menunjukkan positifnya, santai, jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kita,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.