Muktamar PKB, Ini 4 Tanda Muhaimin Akan Jadi Ketum Lagi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Muhaimin Iskandar diprediksi terpilih kembali Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa melalui Muktamar PKB V yang akan digelar di Bali pada 20-21 Agustus 2019.

    Beberapa elite PKB mengungkapkan tanda-tanda bahwa Muhaimin, yang menjabat ketua umum sejak 2005, akan kembali memimpin hingga 2024.

    Ketua Steering Committee Muktamar V PKB Ida Fauziyah dan Sekretaris Jenderal PKB Hanif Dhakiri mengungkapkan 5 tanda-tanda itu kepada Tempo hari ini, Senin, 19 Agustus 2019.

    1. Para pimpinan partai di daerah kompak mencalonkan Cak Imin
    Menurut Hanif, penguruss daerah PKB solid. Baik pengurus DPW maupun DPC seluruh Indonesia menghendaki Gus Imin atau Muhaimin, 52 tahun, memimpin PKB lagi. 

    Ida Fauziyah mempertegas dukungan tersebut. "Bisa dikatakan 100 persen DPW meminta kembali Pak Muhaimin sebagai ketum," katanya kepada Tempo, Senin, 19 Agustus 2019.

    2. Tak ada calon lain
    Ida, yang pernah menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, menerangkan bahwa tiap 34 pengurus provinsi atau Dewan Pimpinan daerah (DPW) PKB telah menggelar musyawarah. Hasilnya, mereka kompak menginginkan Muhaimin jadi ketum lagi.

    "(Mereka) Tidak mencantumkan alternatif sama sekali," kata Ketua DPP PKB ini.

    3. Muhaimin membawa PKB jadi  partai berbasis Islam terbesar
    Di tangan Muhaimin, PKB yang pada Pemilu 2014 bertengger di urutan kelima menjadi keempat pada Pemilu 2019. Suara PKB pada 2014 adalah 11.298.950 (9,04 persen), sedangkan pada 2019 menjadi 13.570.097 (9,69 persen).

    Suara PKB lebih tinggi dari dua partai berbasis Islam lainnya, yakni Partai Amantat Nasional (6,84 persen), Partai Keadilan Sejahtera (6,79 persen), dan Partai Persatuan Pembangunan (4,52 persen).

    Meski begitu, perolehan suara PKB tahun ini jauh lebih kecil dari Pemilu 2009, pemilu pertama yang diikuti PKB. Kala itu, di bawah Ketua Umum Mathori Abdul Jalil Djalil dan Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid, PKB menangguk 12,6 persen di posisi ke-3 di bawah PDIP dan Partai Golkar.

    4. Muhaimin membawa PKB ke pusaran kekuasaan
    PKB pernah menjadi oposisi setelah Abdurrahman Wahid dijatuhkan dari kursi Presiden RI pada 2001. Peran kritis dilaksanakan di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri hingga 2004.

    Di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014), PKB bergabung dalam koalisi pendukung. Bahkan pada 2009-2014 Muhaimin menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

    Dia, cucu buyut salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, Bisri Syansuri, menjabat Ketua Umum PKB pada 2005. Dia pernah menjabat Wakil Ketua DPR (2004-2009) ketika masih berusia 32 tahun.

    Lalu pada pemerintahan Presiden Jokowi mulai 2014 PKB kembali masuk dalam koalisi pendukung pemerintah. Jokowi kembali menang pada pemilu 2019 dan PKB kembali ikut gerbong pemenang hingga 2024 nanti.

    Muktamar PKB V di Bali kali ini diprediksi akan menguatkan posisi Muhaimin dengan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PKB periode 2019-2024.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | JOBPIE SUGIHARTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komponen Lokal Mobil Esemka Bima, Mesin Masih Impor dari Cina

    Mobil Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. adalah dua model pikap yang diluncurkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada Jumat, 6 September 2019.