Minggu, 15 September 2019

Belum Berhasil Negosiasi, Speedboat TNI AL Awasi KM Mina Sejati

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan elit Angkatan Laut Denjaka bersiap mengevakuasi sandera saat menggelar latihan Operasi Intelejen Kontra Terorisme di Gedung Pelni, Jakarta, 20 Desember 2015. Dalam latihan ini disimulasikan terjadinya pembajakan kapal dan penyanderaan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pasukan elit Angkatan Laut Denjaka bersiap mengevakuasi sandera saat menggelar latihan Operasi Intelejen Kontra Terorisme di Gedung Pelni, Jakarta, 20 Desember 2015. Dalam latihan ini disimulasikan terjadinya pembajakan kapal dan penyanderaan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal KM Mina Sejati hingga saat ini masih terombang ambing di perairan laut Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. TNI Angkatan Laut belum bisa menjalin komunikasi dengan awak yang berada di KM Mina Sejati sejak peristiwa perkelahian anak buah kapal tersebut pada dua hari lalu.

    "Pagi ini, (TNI AL) menurunkan speedboat, untuk melaksanakan pemantauan terhadap KM Mina Sejati," ujar Kadispen AL Laksamana Pertama Mohammad Zaenal, Senin 19 Agustus 2019. Speedboat yang dioperasikan oleh tim VBSS atau Visit, Board, Search, and Seizure, ini akan mengobservasi kapal dari jarak dekat. 

    Tim dalam speedboat berisi kurang lebih delapan orang, yang bertugas untuk mengawasi dari jarak dekat. Apabila memungkinkan, kata Zaenal, tim akan naik ke KM Mina Sejati.

    Saat ini di lokasi KM Mina Sejati, gelombang laut diperkirakan mencapai satu sampai tiga meter. Gelombang tersebut, kata Zaenal, sangat berisiko. Maka upaya yang dilakukan memerlukan kewaspadaan tinggi. "Beresiko bagi kami, dan juga bagi ABK lain," tuturnya.

    Perkelahian antar ABK KM Mina Sejati sejauh ini menewaskan setidaknya lima orang, dan dua orang meninggal setelah menceburkan diri ke laut. Kedua orang ini tewas setelah berusaha melarikan diri bersama 11 rekannya yang berhasil diselamatkan oleh KM Gemilang yang tengah berada di sekitar lokasi.

    Saat ini terdapat tiga orang ABK yang menguasai kapal. Menurut Zaenal mereka menggunakan parang sebagai senjata. Namun menurut Zaenal, peristiwa ini adalah murni tindak kriminal, bukan pembajakan. Motif perkelahian belum dapat diketahui.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.