Gerindra Ajukan 2 Tokoh Ini Jadi Calon Pimpinan DPR

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengatakan sudah ada sejumlah nama yang mencuat sebagai kandidat pimpinan DPR periode 2019-2024 dari partainya.

    Menurut Edhy, nama Calon Wakil Ketua DPR dari Gerindra akan diputuskan oleh Ketua Umum Prabowo Subianto. "Kan, bisa lihat di permukaan (siapa) yang muncul. Ada Pak Dasco, ada Pak Fadli," kata Edhy di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Baik Fadli Zon maupun Sufmi Dasco Ahmad menjabat Wakil Ketua Umum Gerindra. Fadli juga menjabat Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

    Adapun Dasco ikut mengatur pertemuan Prabowo dengan Presiden Jokowi di Stasiun MRT lebak Bulus pada 13 Juli 2019 dan pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 24 Juli 2019.

    Edhy menyebut bahwa Fadli sudah pernah satu periode menjabat sebagai pimpinan Dewan. Namun, dia tak merinci apa yang dimaksudnya.

    Fadli Zon terang-terangan menyatakan keinginannya untuk tetap di DPR. Dia juga mengklaim dirinya cocok dalam menyuarakan aspirasi rakyat di parlemen.

    Fadli pun menyatakan keputusan di tangan Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. "Tapi rasanya, sih saya lebih cocok menyuarakan suara rakyatlah," ucapnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, pada 14 Agustus 2019.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.