Selasa, 24 September 2019

Komnas HAM Didesak Usut Intimidasi Buruh di Sekitar DPR

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki dugaan kekerasan oleh polisi dalam demonstrasi buruh di sekitar Kompleks DPR pada 16 Agustus 2019.

    Gebrak menengarai terjadi pelanggaran HAM dalam pembubaran tersebut. "Kami menuntut Komnas HAM segera melakukan penyelidikan," kata juru bicara Nining Elitos di Kantor YLBHI, Jakarta, pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Gebrak juga meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menindak anggota Polri yang menangkap buruh menjelang demonstrasi.

    Gebrak adalah organ gabungan sejumlah serikat buruh, antara lain Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, dan Pergerakan Pelaut Indoensia.

    Pada Jumat lalu, 16 Agustus 2019, mereka berencana menggelar demonstrasi menentang rencana revisi Undang-Undang Tenaga Kerja. Unjuk rasa akan dilakukan berbarengan dengan pidato kenegaraan Presiden Jokowi di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

    Menurut Nining, sebelum tiba di lokasi massa dari Bekasi, Tangerang, dan Jakarta Utara dihadang polisi dan TNI. Massa di sekitar Gedung TVRI, Senayan, pun mengalami intimidasi, kekerasan, penangkapan, dan perampasan ponsel. Maka Gebrak meminta Komnas HAM segera bertindak.

    ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.