Kata Tokoh Desa di Sumenep Soal Penyerang Polsek Wonokromo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti yang diamankan dalam penyerangan Polsek Wonokromo, Sabtu sore, 17 Agustus 2019. Dari tangan pelaku polisi menyita satu pucuk celurit, satu pucuk pisau penghabisan, ketapel dengan amunisi kelereng, dan sebuah senjata air gun. Istimewa

    Barang bukti yang diamankan dalam penyerangan Polsek Wonokromo, Sabtu sore, 17 Agustus 2019. Dari tangan pelaku polisi menyita satu pucuk celurit, satu pucuk pisau penghabisan, ketapel dengan amunisi kelereng, dan sebuah senjata air gun. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menyebut pria yang menyerang petugas Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, berinisial IM. Berdasarkan informasi yang beredar pria itu bernama Imam Musthofa kelahiran Sumenep, Jawa Timur.

    Mantan Kepala Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Sumenep Abdul Hadi membenarkan jika Imam Musthofa yang namanya beredar itu adalah warga desa itu.

    "Kalau benar memang dia tersangkanya, ya memang benar dia warga saya," kata Abdul Hadi yang masa jabatan kadesnya baru berakhir 31 Juni 2019 lalu.

    Meski begitu, Hadi mengaku tidak mengenal Imam secara pribadi. Berdasarkan info yang dia peroleh, setelah lulus sekolah oleh orang tuanya Imam langsung dimasukkan ke pesantren. 

    Setelah keluar pesantren, Imam jarang pulang ke rumah orangtuanya. Dia menetap di Kota Surabaya. "Kalau pulang, paling hanya dua tiga hari, sudah balik lagi ke Surabaya," ujar dia, Sabtu malam, 17 Agustus 2019.

    Maka, Hadi menduga Imam terpapar ajaran radikal saat berada di Kota Surabaya. Hadi memastikan tak ada aliran-aliran radikal di Desa Talaga. "Disini cuma ada aliran tahlilan, salawatan dan yasinan," kata dia.

    Penyerangan Mapolsek Wonokromo terjadi Sabtu malam. Pria berinisial IM berpura-pura melapor dan kemudian menyerang dua anggota polisi yang sedang bertugas dengan sebilah celurit.

    Saat berhasil dilumpuhkan, polisi menemukan pisau, panah, ketapel dan air gun yang terdapat logo kelompok teroris ISIS di tas milik IM. Dari barang-barang itulah, penyerangan ini dikaitkan dengan aksi terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.