Selasa, 24 September 2019

Masih Hidup, Penyerang Polsek Wonokromo Dibawa Densus 88

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. ANTARA Jatim/Willy Irawan

    Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. ANTARA Jatim/Willy Irawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku penyerangan anggota  Polsek Wonokromo berinisial IM dibawa Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, pelaku masih hidup meski telah dilumpuhkan polisi. "Dibawa untuk diinterogasi lebih lanjut," kata Barung, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Dari tangan pelaku polisi menyita satu pucuk celurit, satu pucuk pisau penghabisan, ketapel dengan amunisi kelereng, dan sebuah senjata air gun. Polisi menduga pelaku seorang teroris.

    Sebelumnya sekitar pukul 16.45 IM masuk ke ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Wonokromo berpura-pura melapor. Ia diterima petugas piket SPKT Ajun Inspektur Satu Agus.

    Namun saat Agus lengah, pelaku yang diperkirakan berumur 30 tahun itu meloncat dari kursinya sambil mengayunkan celurit. Selain Agus, anggota polisi Brigadir Febrian juga diserang. Agus menderita luka di bagian tangan, pipi kanan dan kepala belakang.

    Korban berteriak minta tolong, yang disusul anggota reserse kriminal datang ke ruang SPKT. Polisi langsung menembak pelaku hingga tak dapat bergerak.

    Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan Agus dirawat di UGD Rumah Sakit RKZ Surabaya untuk mengobati luka-lukanya. Luki membenarkan pelaku penyerangan Polsek Wonokromo itu masih hidup. "Dibawa petugas untuk diinterogasi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.