Anggota Gita Bahana Nusantara Dapat Sepatu Sneakers Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyapa anggota Paskibraka dalam silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyapa anggota Paskibraka dalam silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi memberikan salah satu koleksi sepatunya kepada anggota Gita Bahana Nusantara. Hal tersebut dilakukan Jokowi dalam silaturahmi dengan Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    "Di sini ada yang nomor sepatunya 43? Tuh semangat, kamu sini," kata Jokowi sambil menunjuk salah satu laki-laki di kerumunan.

    Lelaki itu pun naik ke atas panggung dan menyalami Jokowi. Ia menyampaikan bahwa namanya Abel dari Sulawesi Selatan. Sebelum memberikan sepatunya, Jokowi menantang Abel menjawab kuis yang diberikannya, yaitu menyebutkan sila pertama hingga kelima Pancasila.

    Abel pun berhasil menyebutkan sila-sila Pancasila dengan lancar. Kemudian, salah satu ajudan Jokowi datang membawa bungkusan. Jokowi pun mengambil bungkusan itu dan mengeluarkan isinya, yaitu sepasang sepatu berwarna merah.

    "Ini adalah sepatu, sepatu saya. Sudah saya pakai. Ini produksi dalam negeri dari Bandung. Ini yang akan saya berikan pada Abel. Jadi sepatunya itu agak kotor dikit karena pernah dipakai," katanya sambil memberikan bungkusan sepatu kepada Abel.

    Abel terlihat sumringah saat menerima sepatu tersebut. Sepatu warna merah yang merupakan produksi Bandung itu diketahui bermerek NAH Project. Jokowi memiliki 3 pasang sneakers dengan merek yang sama dengan varian Yoga Flexnit, yaitu warna hitam sol putih, hitam-grey, dan merah.

    Catatan Koreksi: Judul berita ini telah dikoreksi pada Sabtu, 17 Agustus 2019, pukul 21.27


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.