Dua Napi Kasus Terorisme di Malang Tak Dapat Remisi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Lapas mendampingi warga binaan saat menjahit bendera merah putih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita klas IIA Sukun, Malang, Jawa Timur, Selasa, 6 Agustus 2019. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas Lapas mendampingi warga binaan saat menjahit bendera merah putih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita klas IIA Sukun, Malang, Jawa Timur, Selasa, 6 Agustus 2019. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 412 dari 598 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang mendapat remisi atau pengurangan hukuman, Sabtu 17 Agustus 2019. Sejumlah narapidana belum mendapat remisi karena belum memenuhi syarat.

    Syarat mendapat remisi antara lain telah menjalani masa pidana selama enam bulan, berkelakuan baik atau tidak melanggar disiplin dan mendapat persetujuan dari penyidik yang menangani. “Apakah dia kooperatif selama penyidikan,” kata Kepala Lapas Perempuan Sukun, Ika Yusanto, di kantornya, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Khusus untuk narapidana terorisme harus disertai surat pernyataan setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada dua napi terorisme di Lapas Perempuan Sukun yang tak mendapat remisi karena belum melengkapi syarat remisi berupa surat pernyataan setiap terhadap NKRI.

    Kedua napi terorisme yakni Tini Susanti Kaduku dan Agustiningsih alias Nining. Tini merupakan istri teroris Poso, Ali Kalora, dihukum selama dua tahun. Diperkirakan mengakhiri masa hukuman pada Oktober mendatang. Tini telah berinterasi dan bersosialisasi dengan warga binaan. “Dia cenderung terbuka,” katanya.

    Sedangkan Agustiningsih merupakan napi terorisme yang membiayai dua orang pendukung Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) ke Suriah. Tini dihukum lima tahun dan telah dijalani dua tahun. Nining, kata Ika, tergolong masih sulit berinteraksi dan terbuka dengan warga binaan lain.

    Dari total 412 narapidana penerima remisi, sebanyak tujuh narapidana langsung bebas. Sedangkan delapan lainnya belum bisa bebas, karena harus menjalani hukuman subsider pengganti denda yang harus dibayar.

    Pemberian remisi dilakukan di lapangan voli Lapas Perempuan Sukun, dipimpin pelaksana tugas Bupati Malang Sanusi. Para warga binaan juga menampilkan tarian dan paduan suara dalam upacara pemberian remisi tersebut. Usai upacara, ditandatangani nota kesepahaman antara Bupati Malang dengan Lapas. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.