Semangati Kader, Prabowo Bicara Long March Penuh Cobaan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjalan memasuki ruangan Pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis, 8 Agustus, 2019.  ANTARA/Fikri Yusuf/wsj.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjalan memasuki ruangan Pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis, 8 Agustus, 2019. ANTARA/Fikri Yusuf/wsj.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyemangati para kadernya agar tak patah arang. Prabowo menyebut Gerindra seperti berada dalam pawai panjang yang penuh cobaan, sekaligus menekankan bahwa perjalanan belum selesai.

    "Ibaratnya kita berada dalam sebuah long march, long march yang penuh cobaan," kata Prabowo dalam pidatonya saat memimpin upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-74 di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Menurut Prabowo, parade panjang yang dilalui Gerindra memerlukan keberanian, kesetiaan, ketegaran jiwa, semangat, dan kegembiraan. Dia mewanti-wanti agar tak ada anggota Gerindra yang sedih atau berkecil hati.

    Prabowo pun mengatakan, dia berencana mengajak kader Gerindra berkumpul untuk konsolidasi. "Saya kira pada saatnya kita akan kumpul kembali, kita akan koordinasi kembali, karena perjalanan belum selesai," kata mantan calon presiden ini.

    Partai Gerindra memang berencana menggelar rapat kerja nasional September mendatang. Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengatakan, rakernas rencananya digelar di akhir September.

    "Akan ada evaluasi pemilu kemarin, setelah itu konsolidasi, serta nanti program-program yamg akan kami jalankan lima tahun mendatang," kata Sugiono kepada Tempo, Sabtu, 17 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?