Jokowi Belum Serahkan Calon Kabinet, KPK Ingatkan Korupsi Menteri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama dua Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (kiri) dan Alexander Marwata memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa terakhir Pimpinan KPK bersama media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. ANTARA/Reno Esnir

    Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama dua Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (kiri) dan Alexander Marwata memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa terakhir Pimpinan KPK bersama media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum diminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menelusuri rekam jejak calon menteri. Walau belum dilibatkan, mereka berharap Jokowi tetap memperhatikan rekam jejak tersebut untuk menyusun kabinet di periode presiden keduanya.

    "Saya harapkan kalaupun dari partai itu ditelusuri track record-nya, nah kami hari ini belum menerima permintaan itu," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Agus mengatakan penting untuk memilih menteri yang berintegritas. Dia mengatakan jangan sampai ada lagi menteri yang ditangkap KPK karena korupsi. "Jangan sampai seperti pengalaman yang lalu-lalu," ujarnya. "Mereka punya kekuasaan, memegang dana yang cukup besar, tapi kemudian ada masalah integritas."

    Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah selesai menyusun anggota kabinet, untuk periode kedua di pemerintahannya. Ia menyebut pengumuman nama-nama menteri itu bisa dilakukan kapan saja.

    “Bisa segera diumumkan, karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” kata presiden terpilih itu, kepada para pemimpin redaksi media massa, yang diundang dalam jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu 14 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.