Selasa, 17 September 2019

Kapolri Beri Kenaikan Pangkat 4 Polisi Terbakar di Cianjur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Komplek Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019, berlangsung ricuh. Tiga anggota polisi terbakar saat memadamkan api. Tempo/Deden Abdul Aziz

    Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Komplek Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019, berlangsung ricuh. Tiga anggota polisi terbakar saat memadamkan api. Tempo/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyebut kondisi Ajun Inspektur Satu Erwin, salah satu polisi terbakar di Cianjur, masih dalam kondisi kritis. 

    Erwin terkena siraman bensin oleh salah satu mahasiswa saat sedang berjaga mengamankan unjuk rasa di di Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Alhasil ia menderita luka bakar 64 persen.

    "Kondisinya terluka bakar. Dari organisasi tentu melakukan langkah hukum, sudah kepada pelaku. Kemudian kami beri pertolongan, memberikan bantuan pertolongan, kami rujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina," kata Tito melalui keterangan tertulis, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Selain itu, Tito juga memberi kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada Erwin dan tiga rekannya yang juga mengalami luka bakar yakni Brigadir Dua Yudi Muslim, Brigadir Dua FA Simbolan, dan Brigadir Dua Anif. 

    "Saya sudah memberikan penghargaan kepada keempatnya untuk kenaikan pangkat luar biasa. Kami harap semua sembuh dengan baik dan dapat kerja kembali," kata Tito.

    Insiden terbakarnya empat personel polisi bermula ketika para pengunjuk rasa melakukan demo di Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 15 Agustus 2019.

    Para mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Tjiandjoer, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, dan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam lalu membakar ban sambil meneriakkan yel-yel.

    Saat polisi hendak memadamkan api, tiba-tiba ada mahasiswa yang menyiramkan bahan bakar premium (bensin) ke arah api sehingga menyambar ke tubuh anggota polisi yang sedang memadamkan api. 

    Akibatnya, empat personel mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan. Polri pun telah menetapkan satu tersangka insiden polisi terbakar atas nama Ryan Suryana. "Kami tetapkan RS sebagai tersangka. Yang bersangkutan diduga yang melempar cairan bahan bakar sesuai alat bukti dari penyidik," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 16 Agustus 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.