Jatah Menteri, PKB: Manut Pak Jokowi, Tapi Semoga Dikasih Lebih

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi PKB di MPR Jazilul Fawaid saat membacakan doa dalam sidang paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 26 Maret 2018.  TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua Fraksi PKB di MPR Jazilul Fawaid saat membacakan doa dalam sidang paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 26 Maret 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menyebut, partainya manut saja berapapun kursi menteri yang diberikan Presiden Terpilih Joko Widodo atau Jokowi di kabinet mendatang. "Lho itu terserah Pak Jokowi," ujar Jazilul saat ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat, 16 Agustus 2019.

    Sebelumnya, partai ini sesumbar meminta jatah 10 menteri kepada Jokowi. Ketika ditanya apakah mereka legowo jika hanya diberi 3-4 kursi, Jazilul hanya tertawa dan sempat terdiam. "Ya pokoknya ya, hahaha. Untuk bilang legowo atau tidak legowo, ya mudah-mudahan dikasih kursi yang banyak," ujar Jazilul sambil tertawa.

    Menurut Jazilul, partai tidak akan mendapat jatah kurang dari sebelumnya. Sebab, mereka merasa sudah mendukung Presiden Jokowi sejak periode 2014-2019. "Kami bukan baru sekali berkoalisi. Nah, mudah-mudahan ditambah," ujar salah satu orang dekat Muhaimin Iskandar ini.

    Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media, Rabu lalu, Jokowi menyebut susunan kabinet untuk periode kedua pemerintahannya telah final dan siap diumumkan kapan saja. Komposisinya, 45 persen dari partai politik, sisanya profesional.

    “Bisa segera diumumkan, karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” kata presiden terpilih itu, kepada para pemimpin redaksi media massa, yang diundang dalam jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu 14 Agustus 2019.

    Namun, sejumlah partai-partai mengaku tak tahu portofolio mereka dan jumlah menteri untuk partai mereka. Pada periode sebelumnya, PKB sendiri mendapat jatah tiga kursi menteri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.