HUT RI ke-74, Kisah Penyelamat Mangrove dari Sumatera

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Wibi Nugraha aktivis konservasi yang akan mengikuti upacara Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia bertemu Presiden Jokowi di istana, Jumat, 16 Agustus 2019. TEMPO/ Mei Leandha

TEMPO.CO, Medan - Peringatan HUT RI ke-74 jadi hari yang istimewa bagi Wibi Nugraha.

Dari Medan, Sumatera Utara, Wibi akan mengikuti upacara Kemerdekaan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu 17 Agustus 2019.

Esoknya, Wibi akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ia mendapat kehormatan bertemu orang nomor satu di Republik ini karena menjadi juara terbaik nasional Wana Lestari kategori kader konservasi alam.

Wibi menjadi satu-satunya wakil dari Pulau Sumatera untuk kategori ini.

Pria bertubuh gempal dengan tatto hampir menutupi seluruh tubuhnya itu menghabiskan separuh hidupnya dengan menanam mangrove di Pulau Sumatera termasuk Sumatera Utara.

Terakhir, dia lebih banyak berada di kawasan Danau Siombak karena menjadi relawan konservasi di Museum Kota Cina. Wibi mendirikan Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak untuk mengedukasi anak-anak nelayan dan masyarakat sekitar. Rumah baca ini adalah hasil tabungan ayah tiga anak yang dikenal anti proposal itu.

"Dari mangrove menuju istana, ini bukan tanpa perjuangan," kata warga Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, Jumat, 16 Agustus 2019.

Saat ditemui Tempo di Danau Siombak, Wibi mengatakan berterima kasih pada Presiden Joko Widodo yang perhatian terhadap pegiat mangrove.

Wibi yang kini fokus memperbaiki kawasan Danau Siombak mengisahkan tentang perjalanannya berjuang di jalan konservasi lingkungan. Ia misalnya telah melakukan pemberdayaan kepada kelompok tani Rencong di Aceh Utara, kelompok tani Nipah di Kabupaten Langkat, dan kelompok tani Bakti Nyata di Kabupaten Deliserdang.

Dari berbagai kegiatannya di bidang konservasi itu, cita-cita Wibi sungguh sederhana.

"Saya ingin menanami mangrove di seluruh pantai dan sungai di Sumut. Bukan untuk uang tapi untuk menjadi rumah besar lutung, kera, dan lainnya. Biar mereka bisa hidup nyaman, tidak seperti aku yang sampai hari ini tinggal di rumah kontrakan," katanya sambil terkekeh.

Dia menaruh harapan kepada pemerintah untuk serius membenahi dan menghentikan alih fungsi lahan mangrove.

Ia mengatakan seharusnya semua orang bangga karena Indonesia memiliki hutan bakau terluas dan terlengkap di dunia dan berlomba-lomba menjaganya.

"Stop perambahan hutan mangrove," kata dia.






Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

16 jam lalu

Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

Total biomassa semut di dunia 12 juta ton, lampaui burung dan mamalia liar digabung menjadi satu.


Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Dorong Kelompok Tani Hutan Konservasi

1 hari lalu

Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Dorong Kelompok Tani Hutan Konservasi

Suaka Margasatwa Dangku menjadi salah satu lokasi target Indonesia FOLU Net Sink 2030.


KKP Susun RAN Konservasi Ikan Capungan Banggai

8 hari lalu

KKP Susun RAN Konservasi Ikan Capungan Banggai

KKP telah menetapkan Ikan capungan Banggai sebagai jenis ikan yang dilindungi terbatas.


16 Tahun Dinantikan, Rafflesia Arnoldii Akhirnya Mekar di Luar Habitatnya

14 hari lalu

16 Tahun Dinantikan, Rafflesia Arnoldii Akhirnya Mekar di Luar Habitatnya

Upaya konservasi Rafflesia arnoldii R. Br di luar habitatnya (secara ex situ) sudah dilakukan sejak tahun 1818.


Nekropsi Pastikan Macan Tutul Mati di Sumedang Karena Dikepruk Kepalanya

15 hari lalu

Nekropsi Pastikan Macan Tutul Mati di Sumedang Karena Dikepruk Kepalanya

Lokasi konflik dengan manusia itu berjarak sekitar dua kilometer dari kawasan konservasi yang menjadi habitat alami si macan tutul.


Dorong Penanaman Mangrove, Luhut: Kalau Perlu Tiap Calon Pengantin Diwajibkan Tanam 10 Pohon

40 hari lalu

Dorong Penanaman Mangrove, Luhut: Kalau Perlu Tiap Calon Pengantin Diwajibkan Tanam 10 Pohon

Menteri Luhut Pandjaitan mendorong tiap pemerintah daerah untuk bisa mengeluarkan peraturan yang mengakselerasi penanaman mangrove. Kenapa?


Tiket Masuk Pulau Komodo Naik, YLKI: Konservasi Tidak Ada Hubungannya dengan Tarif

57 hari lalu

Tiket Masuk Pulau Komodo Naik, YLKI: Konservasi Tidak Ada Hubungannya dengan Tarif

Ketua YLKI Tulus Abadi menanggapi soal kenaikan tarif masuk Taman Nasional Pulau Komodo menjadi Rp 3,75 juta.


Tarif Baru Taman Nasional Komodo Gunakan Aplikasi, Begini Cara Reservasinya

57 hari lalu

Tarif Baru Taman Nasional Komodo Gunakan Aplikasi, Begini Cara Reservasinya

Pemerintah Provinsi NTT bersikukuh dengan tarif baru masuk Taman Nasional Komodo yang berlaku per 1 Agustus 2022. Ada sosialisasi dan ancaman.


KKP Perluas Kawasan Konservasi Laut hingga 1,46 Juta Hektare

20 Juli 2022

KKP Perluas Kawasan Konservasi Laut hingga 1,46 Juta Hektare

KKP hingga semester pertama tahun ini telah memperluas kawasan konservasi laut hingga 1,46 juta hektare atau 73 persen dari target.


Tolak Tiket Pulau Komodo Rp 3,75 Juta, Warga NTT: Selain Sangat Mahal, Melanggengkan Monopoli

18 Juli 2022

Tolak Tiket Pulau Komodo Rp 3,75 Juta, Warga NTT: Selain Sangat Mahal, Melanggengkan Monopoli

Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat menolak rencana kenaikan tiket menjadi Rp 3.750.000 dan berbagai praktik monopoli bisnis berbasis korporasi di Taman Nasional Komodo.