Minggu, 22 September 2019

Ini, Tanggapan Ridwan Kamil Atas Pidato Presiden Jokowi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil saat menyaksikan pidato Presiden Jokowi melalui tayangan televisi di di Gedung DPRD Jabar, Bandung pada Jumat, 16 Agustsu 2019.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menyaksikan pidato Presiden Jokowi melalui tayangan televisi di di Gedung DPRD Jabar, Bandung pada Jumat, 16 Agustsu 2019.

    INFO NASIONAL — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan anggota DPR dan DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, mengingatkan bangsa ini tentang tantangan yang akan dihadapi Indonesia di masa depan.

    "Salah satu (tantangan) persiapan bangsa Indonesia menghadapi revolusi 4.0 yang mungkin menghilangkan pekerjaan, tetapi juga menghadirkan pekerjaan-pekerjaan baru, SDM (sumber daya manusia) harus disiapkan,” katanya seusai menyaksikan pidato Presiden Jokowi melalui tayangan televisi di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Ridwan Kamil menambahkan, kualitas aturan yang diharapkan Presiden Jokowi sejalan dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui semangat reformasi birokrasi.

    “4.0 kita siapkan, bahkan kita ada rencana MoU (nota kesepahaman) membuat SMK 4.0 di Purwakarta, sedang kita siapkan sebagai prototype,” ujar Emil, sapaan akrab gubernur.

    Di awal pidatonya sepanjang sekitar 30 menit, Presiden Jokowi mengajak semua pihak meneguhkan semangat para pendiri bangsa bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau Pulau Jawa. “Tetapi, Indonesia adalah seluruh Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas hingga pulau Rote,” ucap Jokowi.

    Di akhir pidatonya, Presiden Jokowi meminta izin untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Menurut Jokowi, ibu kota bukan hanya simbol atau identitas bangsa, tetapi representasi kemajuan bangsa. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan visi Indonesia maju. Menanggapi rencana pemindahan ibu kota, Emil mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan, kata Emil, pemindahan ibu kota mencerminkan Indonesia sentris.

    “Tidak ada masalah, itu untuk kepentingan bangsa. Indonesia ini tidak boleh Jawa sentris, tetapi harus Indonesia sentris. Maka dengan pesan pemindahan ibu kota, itu mengindikasikan semangat Indonesia sentris,” kata Emil.

    Emil pun menegaskan bahwa Jawa Barat akan terus memainkan perannya dengan baik untuk masyarakat dan bangsa,meskipun ibu kota negara pindah ke Kalimantan.
    “Jawa Barat mengikuti sejarah, pada saat menyangga ibu kota kita akan berperan dengan baik. Pada saat nanti, Jakarta hanya sebagai pusat ekonomi bukan ibu kota lagi, kita juga akan menjalankannya dengan baik,” ujar Emil. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe