Pantun Ketua DPR, dari Amandemen Sampai Kursi Menteri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto dan Utut Adianto memimpin Rapat Paripurna DPR ke-16 masa sidang V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. TEMPO/Subekti

    Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto dan Utut Adianto memimpin Rapat Paripurna DPR ke-16 masa sidang V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo melontarkan sejumlah pantun saat berpidato di pembukaan masa sidang tahun 2019-2020 hari ini.
    Dalam pantun-pantunnya, pria yang akrab disapa Bamsoet ini menyindir sejumlah peristiwa politik yang hangat belakangan.

    Berikut empat bait pantun Bamsoet dalam sidang tahunan.

    "Segi empat belah ketupat
    Ketupat dibuat bila lebaran dekat
    Para pemimpin jangan saling sindir silang pendapat
    Agar negeri tetap sehat dan kuat

    Bunga seroja dari Kalimantan
    Dibawa orang ke Sulawesi
    Walau orang ramai mendebat amandemen
    Pancasila dan NKRI tetap harga mati"

    Beberapa jam sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan bakal memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Namun Jokowi belum merinci lokasi tepatnya ke mana ibu kota bakal dipindahkan.

    Adapun amandemen memang tengah menjadi pembahasan hangat saat ini. Majelis Permusyawaratan Rakyat berkukuh mengembalikan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sedangkan sejumlah pakar hukum tata negara menilai haluan negara ini tak lagi relevan dengan sistem presidensial yang dianut saat ini.

    Berikutnya, Bamsoet juga menyindir dinamika yang terjadi menjelang pemerintahan periode kedua Jokowi, yakni perebutan kursi menteri di antara partai-partai pendukung. Lewat pantunnya, Bamsoet mengatakan bahwa penyusunan kabinet adalah hak prerogatif presiden.

    "Bunga pandan tegak berdiri
    Lurus disusun tampaklah rapi
    Jangan sikut sikutan berebut kursi menteri
    Serahkan saja ke Pak Jokowi"

    Terakhir, Bamsoet menyinggung dua pertemuan berbeda. Yakni pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan tiga ketua umum partai pendukung Jokowi di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, serta pertemuan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

    Megawati dan Prabowo bertemu di rumah Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Bamsoet juga menyebut kata Kertanegara, yang diketahui merupakan lokasi rumah peninggalan orang tua Prabowo di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    "Jalan-jalan ke Teuku Umar
    Jangan lupa lewat Gondangdia dan Kertanegara
    Walau kadang kita bertengkar
    Tetap semangat dirgahayu Indonesia"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.